Daerah  

IDI Serahkan 10 Hewan Qurban untuk Desa Terdampak Banjir dan Longsor di Pidie Jaya

LINTAS NASIONAL – PIDIE JAYA, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pidie Jaya menyalurkan 10 ekor hewan qurban untuk didistribusikan ke 10 desa di Kabupaten Pidie Jaya yang sebelumnya terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Ketua IDI Cabang Pidie Jaya, dr. Andria Saputra SpB, pada Selasa 27 Mei 2026 sebagai wujud kepedulian profesi medis terhadap masyarakat yang sedang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Bantuan hewan Qurban ini dialokasikan khusus untuk desa-desa yang mengalami dampak paling nyata akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut diantaranya, Gampong Meunasah Mancang, Gampong Dyah Husen, Gampong Pantee Beureune, Gampong Blang Cut, Gampong Sunong, Gampong Gunteng, Gampong Meunasah Raya, Gampong Blang, Gampong Blang Awe dan Gampong Manyang Cut

Ketua IDI Pidie Jaya, dr. Andria Saputra SpB menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan inisiatif dari Pengurus Besar IDI, yang mengarahkan dukungan sosial ke daerah-daerah yang memerlukan perhatian lebih, terutama di momen Hari Raya Idul Adha 1447 H yang identik dengan berbagi dan kepedulian terhadap sesama.

“Kehadiran kami disini bukan hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Hewan qurban ini diharapkan bisa menjadi berkah, serta memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menguatkan rasa kebersamaan di tengah pemulihan kondisi wilayah pasca bencana,” ujar dr. Andria kepada media ini pada Rabu 27 Mei 2026

Menurut dr. Andria langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial IDI diluar pelayanan medis, untuk terus hadir dan berkontribusi dalam upaya pemulihan sosial dan ekonomi warga yang terdampak bencana.

Perwakilan dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat di lokasi penerima mengucapkan terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan IDI.

Bantuan ini dinilai sangat berarti, mengingat kondisi sebagian warga yang masih dalam tahap pemulihan pasca diterjang banjir dan longsor beberapa waktu lalu. (Mis)