Gara-gara status FB, Diduga Puluhan Pentolan PKB Bireuen Kepung Rumah Anderson Tengah Malam

Ilustrasi

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Puluhan orang yang diduga berasal Pentolan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bireuen mengepung rumah orang tua Zarkachi atau Anderson di Meunasah Meucap Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen pada Senin 5 Januari 2025 sekitar pukul 00.30 dinihari.

Menurut pengakuan Anderson, saat puluhan orang mendatangi rumahnya dirinya dan orangtuanya sedang tertidur lelap, setelah membuka pintu ia menerima cacian dan kemudian dibawa ke kantor Desa setempat.

“Sekitar pukul 00.31 dinihari puluhan orang dari PKB dan orang dekat salah salah satu anggota DPR RI mengetuk pintu rumahnya mereka tidak terima dengan status saya di FB terkait KM 21 dan kritian-kritikan pedas saya terhadap tuannya,” ungkap Anderson tanpa menjelaskan secara detail apa itu KM 21

Anderson mencoba menjelaskan terkait status di FB tentang KM 21 bahwa dia tidak pernah menyebutkan nama seseorang, namun mereka tidak terima dan tetap meminta dirinya untuk meminta maaf dan memaksa menandatangani surat pernyataan.

“Bagaimana saya meminta maaf sementara saya tidak pernah melakukan pencemaran nama baik terhadap seseorang, seharusnya mereka melaporkannya ke penegak hukum, bukan dengan cara membayar preman seperti ini, selain itu saya juga dipaksa menandatangani surat permohonan maaf yang mereka buat,” tutur Anderson

Menurut Anderson, ia mengenali sebagian orang yang menyambangi rumahnya, diantaranya ada Sekretaris PKB Bireuen, mantan Caleg PKB, pengurus PKB dan orang dekat salah satu anggota DPR RI serta sejumlah Timses Calon Bupati di Pilkada lalu.

“Seharusnya mereka melaporkannya ke penegak hukum jika ada pencemaran nama baik, bukan menggeruduk rumah orang tua saya, yang mereka lakukan membuat syok dan trauma orang tua serta keluarga saya,” tutur Anderson

Anderson mengaku mereka kerap mengkritik dan memfitnah Pemerintahan sekarang karena belum menerima kekalahan saat Pilkada yang lalu, kemudian mereka tidak terima saat dikritik balik.

“Mereka membayar preman-preman untuk menggeruduk rumah keluarga saya, padahal mereka para politisi yang mengerti aturan dan hukum, tapi malah mempertontonkan gaya-gaya premanisme,” tegas Anderson melalui telepon seluler kepada media ini

Darkachi atau Anderson dikenal aktif di media media sosial dan kerap mengkritik pejabat-pejabat yang dianggap bermasalah bahkan sering berseteru pihak-pihak yang tidak senang statusnya.

Sementara itu Keuchik Meunasah Meucap M. Iqbal Fajrian membenarkan kejadian tersebut, ia mengaku sekitar jam 12.00 WIB menerima telpon dari nomor baru meminta untuk datang ke rumah Anderson.

“Ada sekitar 30 orang yang datang ke rumah Anderson karena belum tahu permasalahan apa, saya meminta mereka semua untuk ke Kantor Keuchik, kemudian kami baru mengetahui permasalahan tentang kedua pihak,” ujar Keuchik Iqbal

Keuchik menyebutkan kehadiran tamu tidak diundang itu ke Desanya terkait status FB warganya (Anderson) serta adanya perdebatan di media sosial menyinggung salah satu Anggota DPR RI asal Bireuen.

“Mereka tidak terima dengan status Anderson yang menyinggung anggota DPR RI, Anderson diminta menandatangani surat pernyataan maaf didepan kami, jika menolak maka Anderson akan dibawa, namun tidak disebutkan dibawa kemana,” ungkap Keuchik Meunasah Meucap

Sebagai pimpinan Desa ia sangat menyesalkan hal itu terjadi, karena itu dapat mengganggu kenyamanan warga termasuk keluarga Anderson.

“Ini merupakan masalah Timses dan dukung mendukung dan pertengkaran di media sosial, jika ada yang melanggar, seharusnya bisa dilaporkan ke Aparat penegak hukum jangan mempertontonkan gaya preman karena bisa berbuntut panjang,” ketua Keuchik Iqbal

Selanjutnya ia berharap masalah itu bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan damai, pasca musibah banjir masyarakat Bireuen masih membutuhkan bantuan dari semua pihak.

“Ia berharap masalah itu bisa selesai dengan damai dan tidak berlanjut sehingga dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mari kita semua bersatu dan fokus, masyarakat Bireuen masih sangat membutuhkan bantuan setelah mengalami musibah banjir,” pungkas Keuchik M. Iqbal Fajrian

Hingga berita ini diturunkan, pihak media belum mendapat informasi lengkap dari pihak yang menyambangi rumah milik Darkachi (M. Reza)