Wakil Ketua DPRK Bireuen Mengamuk, Diduga Karena Persoalan Pokir

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, Surya Darma diduga mengamuk usai rapat paripurna yang digelar di ruang sidang DPRK setempat pada Kamis 16 Juli 2026.

Insiden tersebut diduga dipicu persoalan pengalokasian pokok – pokok pikiran (Pokir) anggota Dewan.

Peristiwa itu terjadi setelah rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Bupati Bireuen atas pandangan umum fraksi – fraksi DPRK Bireuen terhadap Rancangan Qanun tentang perubahan APBK tahun 2026

Bedasarkan pantauan lintasnasional.com, anggota Dewan tidak langsung meninggalkan ruangan sidang setelah rapat selesai. Para wakil rakyat terlebih dulu membahas persoalan internal yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan pokir anggota Dewan.

Pada saat Ketua DPRK Bireuen, Juniadi menutup rapat, salah satu anggota Dewan dari Partai PAS langsung menyuruh keluar tamu undangan dan wartawan yang meliput jalanya rapat paripurna.

“Silahkan keluar, kami mau bahas masalah internal dulu,” ucap Tgk Jafar.

Suasana pembahasan tersebut memanas sehingga terjadi cek cok diantara sejumlah anggota Dewan.

Tidak lama berselang, Surya Darma keluar dari ruang sidang sambil membanting pintu utama
ruang sidang. Saat berjalan di lobi Surya Darma bertemu dengan anggota DPRK dari fraksi PKS, Yusriadi yang keluar dari pintu belakang.

Surya Darma kemudian menanyakan kepada Yusriadi, apakah ia terlibat dalam proses eksekusi pokir dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Na roeh droe neuh eksekusi pokir PKB?,” tanya Surya Darma.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Yusriadi membantah ikut terlibat dan mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut.

“So peugah, Pat saksi Pat Bukti,” jawab Yusriadi yang mempertanyakan siapa yang menyampaikan informasi dan bukti serta saksinya.

Setelah itu, Surya Darma kembali melontarkan kata-kata yang bernada ancaman kepada Yusriadi sambil berjalan menuju tangga. Dalam perjalanan Surya Darma terlihat kursi yang diagungkan oleh staf sekretariat disamping meja registrasi kehadiran rapat.

“Neu preh beh, kupeu abeh neuh, enteuk lon buka mandum,” ucap Surya Darma sambil menuruni tangga mengikuti dibelakang Yusriadi. (Rahmad Maulida)