Daerah  

Bersumber Dari Gaji, Bupati H Mukhlis Kembali Santuni 200 Anak Yatim

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, kembali menyantuni 200 anak yatim se Kabupaten Bireuen, pada Senin, 12 Oktober 2026.

Santunan yang diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (Hut) Ke 27 Kabupaten Bireuen tersebut, bersumber dari gajinya sebagai Bupati.

Sejak menjabat sebagai Bupati Bireuen, pada 18 Februari 2025, H Mukhlis sudah menyantuni anak yatim sebanyak empat kali, sebagai bentuk komitmen politinya saat maju sebagai Bupati Bireuen pada Pilkada 2024 lalu.

Prosesi santunan anak yatim berlangsung haru dan menjadi simbol bahwa peringatan hari jadi daerah tidak hanya digelar secara seremonial semata, melainkan diisi dengan aksi sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Pada kesempatan itu, Bupati H Mukhlis juga menyerahkan cinderamata dan penghargaan secara simbolis kepada salah satu tokoh Ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Sofyan Mahdi atau yang lebih dikenal Abon Arongan. Penyerahan penghargaan itu, atas dedikasi dan kontribusinya Abon Arongan dalam membangun nilai-nilai keislaman dan sosial di Kabupaten Bireuen.

Bupati Bireuen, H Mukhlis berharap, momentum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hut Ke 27 Kabupaten Bireuen menjadi pengingat bagi semua, agar meneladani akhlak Rasulullah dalam kepemimpinan dan melayani masyarakat.

“Mari kita perkuat persatuan dan syukur serta berkomitmen membangun Bireuen yang lebih religius, sejahtera dan bermartabat,” seru H Mukhlis.

Sekedar informasi, peringatan Hut Ke 27 Kabupaten Bireuen turut dihadiri Wakil Bupati Bireuen, Ir H Razuardi M.T., Sekda Bireuen, Ismunandar, ST., MT., Wakil Wali Kota Sabang beserta istri, Kepala Biro Pemerintahan Setda Aceh, Kabintal Kodam Iskandar Muda, Ketua TP-PKK Kabupaten Bireuen, unsur Forkopimda, tokoh pendiri Kabupaten Bireuen, para mantan Bupati, Wakil Bupati dan Penjabat Bupati Bireuen, Pimpinan dan Anggota DPRK Bireuen, Tokoh ulama dan Kepala SKPK, pimpinan instansi vertikal dan perguruan tinggi, organisasi wanita dan kepemudaan, para camat, masyarakat umum. [] (Rahmad Maulida)