Agenda Terselubung Dewan PKB Dibalik Sidak Gudang Logistik

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Terungkap Anggota Dewan yang melakukan Sidak ke Gudang Bantuan Pemkab Bireuen dominasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang merupakan oposisi Bupati terpilih saat ini.

“Ada 7 anggota Dewan dari Partai PKB diantaranya Surya Darma, Muhammad Arif, Adnen Nurdin, Nanda Rizka, Ismail, M. Niyanusi dan Saifannur, sementara dari Fraksi lain hanya Surya Yunus dan Waled Yan,” demikian disampaikan oleh PLT Kalak BPBD Bireuen Doli Mardian pada Selasa 13 Januari 2026

Namun kata Doli Mardian saat Anggota Dewan mendatangi Gudang BPBD dirinya sedang mendampingi Bupati Bireuen melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat.

“Tiba-tiba saya ditelpon, katanya mereka sudah di Gudang, namun karena tidak terkejar lagi, saya minta untuk bertemu di Kantor DPRK saja, dan mereka mengiyakan,” tutur Doli

Lanjutnya, saat pertemuan di Kantor DPRK hadir juga Ketua Fraksi Partai Aceh, Samsul Admi Doli mengaku dicecar beberapa pertanyaan oleh sejumlah Anggota Dewan dari PKB terkait penyaluran bantuan, pembangunan Huntap serta bantuan juga terkait pendataan korban banjir.

“Meskipun tanpa surat resmi, karena selama ini memiliki hubungan baik dengan anggota Dewan, saya menjelaskan secara detail apa yang ditanyakan oleh sejumlah anggota Dewan dan tidak ada perdebatan terkait kinerja BPBD dalam penyaluran logistik, malah mereka meminta agar penyaluran lebih dipercepat dan itu memang sudah tugas kami,” cerita Doli menguraikan hasil pertemuan dengan Dewan

Doli sendiri tidak menduga dibalik Sidak dan pemanggilannya ada niat terselubung untuk menghancurkan reputasi Pemkab Bireuen dan BPBD seolah-olah menimbun bantuan bagi korban Banjir.

“BPBD bekerja siang malam menyalurkan bantuan untuk korban banjir, tugas dewan mengawasi bukan memfitnah dan memviralkan, seolah-olah mereka bekerja untuk rakyat padahal hanya mencari kesalahan Pemerintah,” ketus Doli

Dirinya tidak menyangka, setelah pertemuan tersebut Bireuen menjadi viral dan menjadi bahan olok-olok serta hujatan melalui berbagai platform digital.

“Ini hanya dalih membela rakyat, padahal oknum-oknum Dewan tersebut hanya ingin merusak Citra Pemerintah dalam menangani bencana, bukannya membantu tapi malah mencari kesalahan dan ketenaran tanpa harus berbuat,” pungkas Doli Mardian

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Ismunandar, saat kedatangan Anggota Dewan tersebut dirinya ingin menghadiri acara peresmian Sekolah Rakyat di Juli, akhirnya ia membatalkannya dan memilih menemani Dewan terhormat.

“Karena anggota Dewan tiba-tiba datang, saya menemani mereka mengecek gudang bantuan atau logistik milik Dinsos serta menjelaskan prosedur dan bagaimana cara distribusi bantuan selama banjir dan pasca banjir,” ungkap Ismunandar

Kadis Sosial sendiri tidak menyangka setelah kehadiran mereka Bireuen akan menjadi viral dan menjadi bahan caci maki di seluruh Indonesia dengan framing Pemerintah telah menumpuk bantuan.

“Selama ini pihak Pemkab telah bekerja keras selama bencana dengan terus menyalurkan logistik melalui Camat masing-masing, jika ada permintaan Kepala Desa melalui Camat kami langsung mendistribusikannya,” tutur Ismunandar

Salah satu Anggota Dewan dari Fraksi Partai Aceh (PA) Sufyanur atau dikenal dengan Waled Yan yang juga hadir bersama Dewan PKB justru memberikan keterangan sebaliknya bahkan ia memastikan tidak ada penimbunan bantuan di gudang BPBD seperti yang dituduhkan anggota DPRK fraksi PKB.

Waled Yan menjelaskan kehadirannya bersama Anggota DPRK lainnya ke gudang BPBD Bireuen bukan dalam rangka penggerebekan maupun inspeksi mendadak.

Kunjungan tersebut, kata dia, murni dilakukan untuk melihat langsung ketersediaan stok bantuan serta proses distribusi logistik kepada korban banjir dan tanah longsor Bireuen

Sekretaris Komisi III DPRK itu mengatakan, saat rombongan DPRK Bireuen tiba di gudang BPBD, kondisi stok masih dalam keadaan aman dan mencukupi. Bahkan, pada waktu yang sama, proses pendistribusian bantuan ke sejumlah kecamatan terdampak bencana sedang berlangsung.

“Saat kami datang, Alhamdulillah stok bantuan di gudang masih sangat aman. Artinya jumlahnya banyak. Saat kami tiba, juga sedang berlangsung proses distribusi ke sejumlah kecamatan,” kata Waled Yan, Selasa 13 Januari 2026

Pernyataan Dewan PKB dan Anggota Dewan Partai Aceh membuat publik bingung, padahal mereka bersama-sama dan berbarengan melakukan peninjauan ke gudang Logistik dan BPBD, apa sebenarnya yang terjadi?

Publik bertanya-tanya apa tujuan dari Anggota Dewan Fraksi PKB, apakah murni demi kepentingan Rakyat atau hanya untuk membangun Framing Negatif terhadap Pemkab Bireuen?

Seperti diketahui Bireuen saat ini sudah berhasil keluar dari kondisi darurat bencana menjadi fase transisi, Pemerintah pusat hingga daerah, Eksekutif maupun Legislatif mempunyai tanggung jawab besar dalam mengahadapi bencana Banjir, artinya semua pihak harus bersatu memulihkan kondisi yang sudah porak-poranda ini (MR/Red)