Al Farlaky: Perusahaan Besar di Aceh Harus Utamakan Pekerja Lokal

LINTAS NASIONAL – NAGAN RAYA, Sekretaris Komisi V DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta perusahaan yang berinvestasi di Aceh untuk mengutamakan putera/puteri Aceh sebagai tenaga kerjanya. Apalagi setiap tahun angka lulusan perguruan tinggi di Aceh semakin meningkat tajam.


Demikian disampaikan Iskandar Al-Farlaky, saat pertemuan dengan Pemkab Nagan Raya, pihak PLTU 1-2, PLTU 3-4, dan PT Mifa di kantor Bupati Nagan Raya, Rabu 20 Januari 2021 di komplek perkantoran Suka Makmue. Hadir mewakili bupati Sekda Nagan Raya, Ketua DPRK Nagan Raya, dan sejumlah anggota DPRK lainnya.

Berbicara di depan perwakilan perusahaan pembangkit tenaga listrik dan batu bara itu, Iskandar Al-Farlaky, menohok sejumlah pertanyaan kepada perusahaan soal izin kerja dan persentase pekerja luar dengan lokal. “Jangan sampai Perpres nomor 20 tahun 2018 dilanggar. Kita perlu sampaikan ini,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, pihak perusahaan yang mempekerjakan pekerja asing harus menyertakan pekerja lokal sebagai dampingan, jika nanti sudah mahir dibidangnya, maka tenaga kerja lokal harus diutamakan atau promosi jabatan. Selain itu, Iskandar juga menyoal soal lingkungan hidup di sekeliling perusahaan yang benar-benar harus diperhatikan, jangan sampai merugikan masyarakat sekitar.

“Kita sambut baik investasi ini, apalagi akan ada penambahan 2X200 MW di PLTU 3-4. Sebelumnya di PLTU 1-2 suplai listrik 150 MW. Namun soal tenaga kerja dan lingkungan harus diawasi dengan baik. Amdalnya, dan KLHK. Nanti kita akan RDPU lanjutan di provinsi, sehingga dinas tenaga kerja provinsi kita panggil juga,” pungkas Al-Farlaky.

Hadir dari Komisi V DPR Aceh, M Rizal Fahlevi Kirani (Ketua), Iskandar Usman Al-Farlaky (Sekretaris), Asib Amin (Wakil Ketua), Muslem, Tarmizi, M Yunus, Syamsuri, Anshari Muhammad, Sofyan, Nora Indah Nita (Red)