Daerah  

Ombudsman Minta Plt Gubernur Aceh Hentikan Kirim Hasil Swab ke Jakarta

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Kepala Ombudsman RI Aceh Dr. Taqwaddin meminta kepada kepada Plt Gubernur agar hasil swab selama berhentinya Balitbangkes tidak dikirim ke Jakarta.

“Tetapi dikirim ke Lab Unsyiah, yang ada di Banda Aceh, Provinsi Aceh, hal ini perlu menjadi perhatian agar orang yang terindikasi terpapar virus corona bisa cepat mendapatkan hasilnya secara pasti,” kata Taqwaddin pada Minggu 9 Agustus 2020.

Menurut Taqwaddin, Kecepatan dan ketepatan hasil uji laboratorium akan memberikan kepastian kepada orang yang terpapar.

“Semakin cepat, semakin pasti akan semakin bagus, jangan gantung lama nasib para orang terpapar dalam ketidak-pastian karena harus menunggu hasil dari laboratorium di Jakarta, semakin lama hasil yang mereka terima/ketahui maka semakin membebani psikologis orang-orang yang sedang menunggu hasil tersebut beserta keluarganya,” jelas Taqwaddin

Taqwaddin juga berharap Pemerintah Aceh bisa bersikap bijak dan tepat, ia juga menyayangkan kebijakan yang mengirimkan hasil swab ke Jakarta.

“Kebijakan ini bukan hanya membuat jurang yang makin renggang antara Pemerintah Aceh dengan Unsyiah, tetapi sekaligus menyandera psikologis para korban Covid. Ini kebijakan yang tidak sehat dan kontra produktif,” ujarnya

Dalam perspektif Ombudsman, kebijakan mengirimkan hasil swab ke Jakarta sementara di Aceh ada laboratorium lain yang juga mampu melakukannya, dapat dikategorikan sebagai tindakan dugaan maladministrasi dalam jenis perbuatan atau kebijakan yang tidak patut.

“Kami minta agar Pemerintah Aceh mencabut kebijakan yang kurang pro-publik ini. Sebaiknya, Pemerintah Aceh mengoptimalkan upaya koordinatif dengan berbagai pihak berwenang di Aceh, baik dengan sesama pihak eksekutif, judikatif, dan juga legislatif,” tegas Taqwaddin

Lanjutnya, Pemerintahan Aceh harus dibangun bersama-sama. Karena, memang tanggungjawab bersama untuk mensejahterakan rakyat.

“Tidak bisa Pemerintah Aceh hanya bermain sendiri (one man show) dengan menggabaikan lembaga legislatif dan judikatif. Begitu juga dengan sesama mitra eksekutif dari instansi vertikal, jangan juga ditinggalkan,” pungkas Kepala Ombudsman Aceh Dr. Taqwaddin Husin (Red)