LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menunjukkan komitmen dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir November tahun 2025 lalu.
Hal tersebut dibuktikan dengan dimulainya pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat diterjang banjir dan tanah longsor.
Pembangunan Huntap ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T., didampingi Tenaga Ahli BNPB, Brigjend Yan Namora, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan dan Permukiman, Ir. Fadli Abdullah, Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bireuen, Doli Mardian, Camat Juli Hendry Maulana, Kepala Dinas PUPR Bireuen dan sejumlah pejabat lainnya di Gampong Bale Panah Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen pada Rabu 7 Januari 2026.
Bupati Bireuen H. Mukhlis menyampaikan, pembangunan rumah atau Huntap bagi warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor beberapa waktu lalu merupakan proses pemulihan pasca bencana terlebih yang sebentar lagi akan menghadapi bulan suci Ramadhan dan hari raya idul Fitri.
Bupati Mukhlis mengatakan, Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) akan pembangunan hunian tetap bagi korban banjir dan tanah longsor mencapai tiga ribuan lebih hunian tetap untuk tahap awal yang sudah memiliki lahan. Sementara untuk korban yang belum memiliki lahan, Pemerintah akan terus mencari solusi dan skema yang dilakukan untuk yang belum memiliki lahan.
“Seperti yang kita lihat hari ini pemerintah akan pembangunan hunian tetap untuk korban banjir perdana di Aceh yaitu di Bireuen,” ujar Bupati Mukhlis.
Menurut Bupati Mukhlis, pembangunan hunian tetap merupakan bentuk keseriusan pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Pemerintah Pusat dalam penanganan bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen.
“Ini yang selama ini tunggu – tunggu masyarakat korban banjir dan tanah longsor,” sebut Bupati Mukhlis.
Bupati Mukhlis mengatakan, pemerintah Kabupaten Bireuen terus berkomitmen dan bersinergi dengan berbagai pihak baik lintas kementerian untuk pemulihan pasca bencana banjir.
“Pembangunan Huntap bagi korban banjir Sumatera Perdana di realisasi di Kabupaten Bireuen dan ini akan terus berlanjut,” pungkas Bupati Bireuen
Sementara itu, Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjend TNI (Purn) Yan Namora mengatakan untuk tahap pertama Pemerintah Pusat akan membangun 3.626 unit Hunian Tetap yang dilengkapi kamar mandi bagi korban banjir dan tanah longsor yang rumahnya hilang dan rusak berat.
“Untuk pembangunan tahap kedua masih dalam proses pendataan mencapai empat ribuan lebih huntap yang akan dibangun,” sebut Yan Namora.
Yan Namora menambahkan, pembangunan diutamakan dilakukan untuk korban banjir yang memiliki lahan karena lahan sebagai syarat utama untuk pembangunan hunian tetap.
“Pemerintah juga akan memberikan uang stimulus sebesar 15 juta untuk rumah rusak ringan dan 30 juta untuk Korban rumah rusak sedang,” tutup Yan Namora.
“Sementara untuk korban yang rumahnya rusak ringan akan diberikan uang stimulus sebesar 15 juta dan yang rusak sedang 30 juta rupiah,” tutup Yan Namora. (Rahmad Maulida)








