LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Suasana haru menyelimuti Gampong Bate Timoh, Kecamatan Jeumpa, saat Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, ST secara resmi menyerahkan bantuan satu unit rumah layak huni kepada Lima bersaudara yatim Piatu pada Senin 6 April 2026
Bupati Mukhlis menyerahkan kunci rumah yang dibangun dari uang pribadinya kepada Dewi Auliana dan empat saudara kandungnya.
Penyerahan ini merupakan bentuk aksi nyata kepedulian sosial pimpinan daerah terhadap warganya yang membutuhkan, khususnya anak-anak yang telah kehilangan orang tua.
Dewi Auliana bersama empat adiknya kini menyandang status yatim piatu. Kondisi ekonomi dan tempat tinggal mereka sebelumnya menjadi perhatian khusus Bupati Bireuen, hingga akhirnya mendapatkan bantuan hunian permanen yang lebih aman dan nyaman.
Pembangunan rumah layak huni ini bersumber sepenuhnya dari dana pribadi Bupati Bireuen.
Prosesi serah terima kunci rumah disaksikan langsung oleh Perangkat Gampong, tokoh masyarakat, serta warga Gampong Bate Timoh.
Bupati Bireuen H. Mukhlis menyampaikan bahwa hunian ini diharapkan dapat menjadi tempat berlindung yang layak bagi Dewi dan adik-adiknya dalam menata masa depan yang lebih baik.
”Kami berharap rumah bantuan ini dapat bermanfaat dan memberikan kenyamanan bagi anak-anak kita ini. Meskipun mereka telah ditinggal oleh kedua orang tua, mereka tidak sendiri. Semoga rumah ini menjadi awal baru yang penuh berkah bagi Dewi dan saudara-saudaranya,” ujar Bupati Bireuen.
Dewi Auliana adalah sulung dari lima bersaudara yang berdomisili di Gampong Bate Timoh, Kecamatan Jeumpa. Pasca meninggalnya orang tua mereka, kelima bersaudara ini menjadi tanggung jawab sosial bersama.
Sebelumnya Setelah melihat langsung kondisi kehidupan 5 bersaudara Yatim Piatu di Gampong Batee Timoh Kecamatan Jeumpa, Bupati Bireuen H. Mukhlis ST, langsung berinisiatif membangun rumah layak Huni dengan menggunakan uang pribadi.
Pada Selasa 28 Oktober 2025 Bupati H. Mukhlis didampingi Kadis Perkim Ir. Fadli, Sekretaris Dinsos Alfian melihat langsung kehidupan Lima bersaudara yang semuanya masih berusia dibawah umur tersebut sangat memprihatinkan dan menyayat hati, rumah yang ditempati sangat tidak layak, hanya berukuran 3 × 4, berdinding triplek dan tidak memiliki kamar tidur, hanya ada ruang tamu dan dapur.
Melihat kondisi itu, H. Mukhlis langsung berinisiatif membangun rumah layak huni untuk untuk Yatim Piatu memakai Dana Pribadi dengan ukuran 6 x 6.
“Ini tidak bisa kita tunggu APBK, akan saya bangun segera dengan memakai uang pribadi, Insya Allah besok (Rabu, red) akan segera dimulai,” ujar H. Mukhlis
Dengan mata berkaca Bupati Bireuen mendengar cerita warga dan keluhan yang dialami Lima bersaudara itu selama ditinggal oleh kedua orang tuanya.
“Kita turut prihatin apa yang dialami oleh yatim piatu ini, selain membangun 1 unit rumah dengan dana pribadi, mereka juga kita tawarkan untuk masuk ke Sekolah Rakyat (SR) yang semuanya akan ditanggung oleh Pemerintah,” tutur Bupati Mukhlis (AN)








