Daerah  

Tuntutan Diakomodir Bupati, Edi Obama Fasilitasi Pemulangan Korban Banjir di Area Pusat Pemerintahan

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Puluhan korban banjir bandang – tanah longsor dari Gampong (Desa) Kapa dan Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan, Bireuen yang sempat mendirikan tenda darurat di pekarangan Kantor Pusat Pemerintah Kabupaten Bireuen, sudah meninggalkan lokasi pada Minggu pagi 5 April 2026

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra menyebutkan korban banjir bersedia meninggalkan lokasi pengungsian itu setelah adanya jaminan dari Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST bahwa akan segera merealisasikan hak para korban banjir.

“Bapak Bupati (Bupati Mukhlis) sudah menjamin akan segera merealisasikan apa yang dituntut korban banjir,” ungkap Edi Saputra.

Para korban banjir, jelas Edi Obama sapaan akrab Edi Saputra menuntut kepada Pemerintah, segera merealisasikan Dana Tunggu Hunian (DTH), uang jaminan hidup (Jadup), hunian tetap (Huntap) dan percepatan verifikasi ulang terhadap korban banjir yang rumahnya masuk kategori Tidak Memenuhi Kriteria atau TMK setelah verifikasi beberapa waktu lalu.

Sebelum memfasilitasi kepulangan korban banjir itu ke tempat masing-masing, kata Edi Obama, terlebih dahulu berkoordinasi dengan Bupati Bireuen, Mukhlis, ST.

“Intinya Bapak Bupati (Haji Mukhlis) sangat peduli terhadap nasib korban banjir. Bukan yang mengungsi di tenda kantor bupati saja beliau peduli, tetapi semua masyarakat korban banjir,” ujar owner Matang Swalayan dan Obama Market ini.

Bukti kepedulian Bupati terhadap korban banjir, imbuhnya, Haji Mukhlis langsung menemui korban yang mendirikan tenda di pekarangan Kantor Pusat Pemerintah Kabupaten Bireuen sekaligus makan sahur bersama pengungsi.

“Dan Bapak Bupati malam itu juga menemui korban yang di tenda, menampung keluhan dan menawarkan solusi terbaik untuk menyediakan hunian yang sangat layak. Namun solusi itu tidak mendapatkan titik temu, sehingga bertahan di tenda sampai 25 hari,” paparnya.

Edi Obama menjamin bahwa Pemkab Bireuen selama ini tidak pernah mengabaikan hak masyarakat korban bencana banjir.

“Saya dengan Bapak Mukhlis hampir setiap hari membahas soal penanganan dampak bencana banjir. Dan beliau (Bupati Mukhlis) juga selalu berkoordinasi dengan tim BNPB, Satgas PRR Wilayah Aceh terkait realisasi hak-hak korban. Percayalah, Bapak Bupati kita selalu memikirkan hal yang terbaik untuk rakyatnya,” tegas Edi Obama.

Lalu, ia berharap kepada semua pihak dapat saling bahu-membahu dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.

Edi Obama juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mudah dibenturkan dengan Bupati, karena dapat merugikan masyarakat korban sendiri.

“Mohon kepada siapa pun, untuk tidak membenturkan korban banjir dengan Bupati, supaya penanganan musibah ini cepat selesai. Sayang masyarakat korban jika dimanfaatkan untuk kepentingan politik, karena ini musibah atas kehendak Allah SWT,” tutup Edi Obama.

Seorang korban banjir asal Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, M. Amin menyampaikan apresiasi kepada Bupati Mukhlis dan Ketua PMI Bireuen yang telah mendengarkan harapan mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen dan khususnya kepada Bapak Edi Obama. Kehadiran beliau sejak Sabtu malam memberikan ketenangan bagi kami. Beliau berhasil memfasilitasi aspirasi kami sehingga hak-hak kami terpenuhi, termasuk jaminan tempat bernaung yang layak. Ini adalah solusi yang sangat kami harapkan,” ungkapnya dengan rasa haru.

Hal senada disampaikan Keuchik Kapa, Evendi, SPd MPd. Menurutnya, langkah ini merupakan bukti nyata kehadiran pemimpin di tengah kesulitan rakyat.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Bireuen dan Bapak Edi Obama. Beliau tidak hanya datang melihat, tapi benar-benar mengawal hak warga dari malam sampai dini hari ini. Dengan terpenuhinya aspirasi ini, beban batin warga kami akhirnya terangkat dan mereka bisa pulang dengan tenang,” ujar Keuchik Evendi.

Dengan tercapainya titik temu tersebut, warga bersama tim PMI Bireuen secara gotong-royong membongkar tenda yang telah menjadi tempat tinggal sementara mereka selama hampir satu bulan.

Kini, halaman Kantor Bupati Bireuen telah bersih kembali. Para korban banjir tidak lagi tidur di atas tanah beralaskan terpal, melainkan telah berpindah ke tempat yang lebih terlindungi untuk menatap masa depan yang lebih baik sembari menunggu pembangunan permanen dari pemerintah selesai dilaksanakan.

Pada Minggu pagi, 5 April 2026, pekarangan Kantor Pusat Pemerintah Kabupaten Bireuen sudah bersih dari tenda-tenda darurat yang didirikan sejak 25 hari lalu oleh puluhan warga korban banjir. (AN)