Daerah  

Fraksi NasDem Kritik Penurunan Sektor Pertanian, Desak Bupati Bireuen Lakukan Evaluasi

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Fraksi Partai NasDem DPRK Bireuen menyoroti penurunan capaian sektor pertanian, Kehutanan dan perikanan yang terjadi sepanjang tahun 2024 dibandingkan Tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Fraksi NasDem Dra. Hj. Rosnani Apt, dalam Rapat Paripurna II Masa Persidangan III DPRK Bireuen Tahun Sidang 2024/2025 terhadap Rancangan Qanun tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan dan Belanja Kabupaten Bireuen Tahun Anggaran 2024 dan Penyampaian Rancangan Qanun Kabupaten Bireuen Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Bireuen Tahun 2025-2029 pada Kamis 17 Juli 2025.

Dalam pemandangan umum Fraksi NasDem mengkritisi Kontribusi Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan pada Tahun 2024 hanya 32,88 persen, jika ditinjau dari capaian Tahun sebelumnya yaitu 34,59 persen, maka terjadi penurunan mencapai 2 persen

“Data yang kami terima menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan hanya di angka 32,88 persen, sementara Tahun-tahun sebelumnya sudah mencapai 34,59 persen, Ini bukan sekadar angka, tapi indikator bahwa ada yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Hj. Rosnani

Menurut Fraksi NasDem Tahun 2024 penurunan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantarnya tingkat kesuburan tanah, kurangnya aliran irigasi, penyediaan bibit unggul, tidak terpenuhinya pupuk subsidi, infrastruktur dan teknologi.

“Juga diperburuk dengan hasil temuan BPK-RI tentang kekurangan volume 12 paket Pekerjaan Belanja Hibah dan denda keterlambatan atas 13 paket pada Dinas Pertanian dan Perkebunan, terkait dengan hal ini, kami minta penjelasan dari pihak Pemkab Bireuen,” imbuh Hj. Rosnani

Fraksi NasDem menilai Pemkab Bireuen belum optimal dalam menghadapi tantangan utama sektor pertanian, seperti perubahan iklim ekstrem, ketergantungan pada pupuk kimia, adanya permainan Pupuk Subsidi oleh oknum agen nakal dan rendahnya akses petani terhadap teknologi serta pembiayaan.

“Masalah klasik seperti distribusi pupuk bersubsidi yang tidak merata, irigasi yang belum diperbaiki, hingga keterlambatan bantuan benih masih terus berulang, dalam hal ini Pemkab harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program prioritas pertanian,” tambahnya

Selain itu Fraksi NasDem juga meminta penjelasan Bupati Bireuen terkait arah kebijakan pemerintah dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah, seperti memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya, dan memanfaatkan bank sampah.

“Fenomena yang kami jumpai di beberapa Kecamatan sampah menumpuk di aliran irigasi dapat mencemari tanah dan air, serta menjadi sumber bau tidak sedap, ha ini juga harus menjadi prioritas Bupati Bupati kedepannya,” pungkas Hj. Rosnani (Red)