LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu mengakibatkan ratus hektar lahan sawah masyarakat di Kecamatan Kuta Blang, Bireuen tertimbun lumpur.
Informasi itu disampaikan Koordinator Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kuta Blang, Abdul Aziz, kepada media ini, pada Selasa 9 Desember 2025, melalui pesan WhatsApp.
Menurut Abdul Aziz, berdasarkan data sementara, seluas 396.69 hektar sawah di Kecamatan Kuta Blang tertimbun lumpur. Abdul Aziz merincikan, sawah yang tertimbun lumpur berada di Gampong Cot Baroh seluas 85 hektar, Blang Mee seluas 52 hektar, Ule Pusong seluas 29 hektar, Cot Me 35 hektar dan Pulo Nga seluas 2.69 hektar.
“Sementara itu di Desa Babah Suak seluas 22 hektar, Meuse seluas 11 hektar, Lhok Nga seluas 10 hektar, Dayah Panjoe seluas 13 hektar, Geulangg Meunje seluas 17 hektar dan Gelanggang Rayeuk seluas 16 hektar,” sebut Abdul Aziz.
Abdul Aziz menambahkan, di Gampong Ujong Blang seluas 22 hektar, Rancong seluas 15 hektar, Cot Ara seluas 37 hektar, Jambo Kajeung seluas 29 dan Pulo Awe seluas 1 hektar.
“Dari jumlah tersebut, rratusan hektar sawah yang tertimbun lumpur sebagian besar sedang menunggu masa panen,” sebut Abdul Aziz.
Kata Abdul Aziz, ratusan hektar sawah yang tertimbun lumpur tersebut tidak bisa digunakan lagi, dan membutuhkan rehabilitasi total, agar bisa difungsikan kembali.
Sebelumnya, Imum Mukim Kuta Hoem, Zakaria menjelaskan bahwa, ratusan hektar Sawah di Gampong Keurumbok dan sekitarnya mengalami gagal panen, akibat tertimbun lumpur banjir bandang pada Rabu 26 November 2025.
“Banjir bandang Krueng Peusangan mengakibatkan tebing sungai di Gampong Ujong Blang jebol, sehingga air sungai menerjang area persawahan yang hampir panen,” tutur Zakaria.
Zakaria menambahkan, sawah yang tertimbun lumpur di Gampong Keurumbok seluas 75 hektar, Gampong Rancong seluas 24 hektar, dan Gampong Ujong Blang seluas 25 hektar.
“Selain area persawahan, banjir bandang juga memporak-porandakan pemukiman warga Gampong Ujong Blang, Kerumbok, Cot Ara, Rancong dan sekitarnya,” tutup Zakaria. []















