LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Sebanyak 22 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83 Yon WPS, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (Dianmas) tahun 2026 di Kabupaten Bireuen, pada Senin 9 Februari 2026.
Selain di Bireuen, terdapat 227 orang mahasiswa STIK lainnya yang melaksanakan Dianmas dan ditempatkan di sebelas Polres di jajaran Polda Aceh, masing-masing Polres Pidie, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Lhokseumawe, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tenggara.
Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani SIK M.MedKom, melalui Kasi Humas, Iptu. Marzuki, mengatakan, 22 orang Mahasiswa STIK Polri ditempatkan di Polres Bireuen bersama seorang perwira pendamping.
“Dianmas ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana. Program ini dilaksanakan selama kurang lebih tiga minggu, mulai dari 9 Februari hingga 1 Maret 2026,” jelas Marzuki.
Kata Marzuki, mahasiswa STIK akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan prioritas, diantaranya pengelolaan logistik pascabencana, pendistribusian bantuan sosial, dan pemberian layanan trauma healing kepada masyarakat terdampak.
“Mahasiswa juga akan terlibat dalam pendataan tingkat kerusakan, membantu percepatan proses pemulihan, serta memastikan penyaluran bantuan berjalan secara tepat sasaran dan akuntabel,” tutur Marzuki.
Marzuki menambahkan, kegiatan Dianmas dirancang sebagai wahana pembelajaran lapangan yang menekankan pada praktik pemolisian kebencanaan secara langsung.
“Dianmas tersebut mengusung tema “Center of Excellence yang mengorkestrasi latihan kepemimpinan, kerja kolaboratif, dan praktik pemolisian kebencanaan di lapangan – Policing in Disasters,” sebut Marzuki.
Marzuki menambahkan, kehadiran mahasiswa STIK Angkatan ke-83 di Aceh tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan akademik semata, melainkan sebagai bentuk nyata kontribusi Polri dalam mendampingi masyarakat yang sedang bangkit dari bencana.
“Program ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam menyiapkan calon perwira Polri yang humanis, responsif, dan profesional dalam menghadapi tantangan pemolisian kebencanaan di masa depan,” sebut Marzuki.
Marzuki menambahkan, program tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh peserta Dianmas juga telah mengikuti rangkaian persiapan, meliputi pelatihan trauma healing, pembekalan oleh Ketua STIK Lemdiklat Polri dan apel pemberangkatan,” kata Marzuki.
Sekedar informasi, program Dianmas tersebut melibatkan 275 personel yang terdiri dari mahasiswa, Paping, Tim Supervisi, Tim Pusat Pengendalian (Pusdal), dan Tim Posko.
Sinergi seluruh unsur tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Aceh, sekaligus membentuk karakter dan kapasitas mahasiswa dalam aspek kepemimpinan, pemecahan masalah kepolisian, etika pengabdian, dan kemampuan inovatif dalam menghadapi persoalan sosial.
Proses kedatangan mahasiswa dilakukan melalui dua jalur, yaitu melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh dan Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara sesuai dengan daerah penempatan personel masing-masing. [] (Rahmad Maulida)











