Dugaan Korupsi Dana Desa Gampong Putoh, Warga Minta Inspektorat dan APH Diminta Periksa Keuchik

Ist

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Sejak Dipimpin oleh Anwar Ahmad, Desa Gampong Putoh Kecamatan Samalanga berselemak masalah dalam realisasi Dana Desa, selain Dugaan Penggelapan Operasional Lembaga Tuha Peut sejak Tahun 2021 juga terjadi dugaan Korupsi dalam pembangunan Rumah Duafa dan pembangunan 8 unit Toilet.

Hal itu terungkap saat Tim media ini turun langsung ke lokasi pada Sabtu 6 Maret 2026 melihat program Pembangunan Rumah Duafa dan 8 Unit Toilet untuk warga miskin yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2025.

Rumah Duafa yang dibangun dengan anggaran Dana Desa Tahun 2025 senilai 70 Juta belum selesai dikerjakan, Rumah untuk warga miskin tersebut baru selesai dikerjakan sekitar 60 persen.

Berdasarkan papan informasi yang ditempel di lokasi masa pekerjaan Rumah Duafa tersebut selama 45 Hari, Tahun Anggaran 2025 dengan anggaran sebesar 70 Juta.

Begitu juga dengan pembangunan 8 unit Toilet senilai 56 Juta baru 3 unit yang sudah selesai dikerjakan, 5 unit lainnya ada yang baru 50 persen siap ada yang belum dikerjakan sama sekali.

Salah satu warga yang dikonfirmasi media ini mengatakan seharusnya dengan anggaran 70 juta Rumah Tipe 36 tersebut harus selesai dikerjakan pada Tahun 2025.

“Realisasi anggaran Tahun 2025 seharusnya tutup buku, ini sudah bulan Maret Tahun 2026 belum siap, mungkin uangnya sudah dipakai untuk keperluan pribadi atau masuk kantong, kasian penerima hingga saat ini belum bisa menempatinya,” ujar warga tersebut yang minta namanya tidak disebutkan

Terkait permasalahan yang terjadi di Desanya sejak dipimpin oleh Keuchik Anwar Ahmad ia meminta pihak Inspektorat dan penegak Hukum untuk melakukan audit terhadap penggunaan Dana Desa agar terang benderang dan tidak terjadi fitnah di kemudian hari.

“Untuk menghindari masalah lainnya dan agar tidak berlanjut, kami Warga Desa Gampong Putoh meminta Pihak Inspektorat dan Penegak Hukum agar segera turun mengaudit realisasi Dana Desa sejak dipimpin oleh Keuchik Anwar,” pintanya

Sementara itu Keuchik Gampong Putoh Anwar Ahmad mengakui bahwa pembangunan Rumah Duafa dan Toilet hingga saat ini belum selesai dikerjakan, namun sedang dalam proses.

“Terkait Pembangunan Rumah Duafa dan WC sedang saya proses di Kasi Pembangunan dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) harap bersabar sebentar,” ujar Keuchik Anwar kepada media ini Pada Minggu 8 Maret 2026

Ia juga meminta waktu untuk menyelidikinya dimana kendalanya sehingga belum selesai dikerjakan.

“Berikan saya waktu sebentar untuk diproses dimana terjadi kendala,” pungkas Keuchik Anwar Ahmad (AN)