DPRA Tidak Tahu Anggaran Covid19 Aceh Jadi 2,3 Triliun

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Terkait adanya penambahan anggaran penangganan dan pencegahan Covid-19 di Provinsi Aceh dari Rp 1,7 triliun menjadi Rp 2,3 triliun tanpa ada pemberitahuan lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).


Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRA Safaruddin pada Rabu 12 Agustus 2020, ia meminta agar pemerintah Aceh transparan dalam menggunakan anggaran tersebut. Sebab, hingga saat ini DPRA tidak mengetahui jika anggaran tersebut digunakan untuk apa saja. Pemerintah Aceh perlu menjelaskan hal ini.

“Seharusnya pemerintah Aceh menghargai DPRA dengan menyampaikan perkembangan penggunaan anggaran, karena dalam menjalankan roda pemerintahan, harus memiliki etika, ini bukan sekedar urusan perpolitikan, maka disini masing-masing pihak harus saling menghargai,” jelasnya.

Meskipun begitu, katanya, DPRA akan terus meminta keterangan dari Pemerintah Aceh terkait penggunaan anggaran, termasuk menggunakan hak interpelasi karena kebijakan pemerintah Aceh itu penting dan strategis serta berdampak luas terhadap.

“Mengenai penambahan anggaran penanganan corona tanpa sepengetahuan DPR Aceh, menurut saya ini juga masalah besar, sebab disini menunjukkan pemerintah Aceh tidak pernah menganggap DPR Aceh, sebagai wakil rakyat,” terang Safaruddin.

Baca Juga:  IPELMABAR Banda Aceh Gelar Mubes ke-19, Ini Harapan Mahasiswa

Safaruddin berharap agar pemerintah menjelaskan kepada DPRA terkait skema yang diatur dalam regulasi penanganan Covid-19. Terutama yang menyangkut tiga hal penting, yakni penanganan medis, dampak ekonomi, dan jaring pengaman sosial.

“Kita juga mengingatkan, supaya pemerintah membuat kebijakan konkret untuk mencegah penularan corona, jangan sampai kegiatan yang sudah dilaksanakan selama ini terkesan mengejar publisitas dan popularitas semata untuk mencitrakan bahwa Aceh mampu menekan angka dari penanganan dan pencegahan corona,” ujarnya.

Disamping itu, Safaruddin juga meminta kepada pemerintah Aceh untuk segera memberikan intensif kepada tenaga medis sebagai bentuk terimakasih dan perhatian pemerintah kepada mereka selaku garda terdepan dalam penangganan dan pencegahan corona. (Red)