Daerah  

Jamaah Sholat Istisqa di Bireuen Diguyur Gerimis

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Dilanda kemarau panjang, Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menggelar sholat istisqa dan Do’a bersama yang di langsungkan di Lapangan Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu Kecamatan Kota Juang, Bireuen Pada Jum’at 1 Agustus 2025.

Sholat Istisqa dan Do’a bersama bentuk ikhtiar kepada Allah untuk meminta diturunkan hujan yang selama ini sedang mengalami kekeringan dan kemarau panjang.

Pada saat Jama’ah sedang melaksanakan Sholat Istisqa, tiba – tiba hujan gerimis mulai turun dan membasahi para jamaah.
Kendati diguyur hujan, pelaksanaan sholat istisqa berjalan khidmat.

Dalam sambutannya, Bupati Bireuen H. Mukhlis ST. mengatakan Sholat Istisqa dan do’a bersama sebagai Ikhtiar spritual dalam menghadapi kondisi keringanan dan minimnya curah hujan yang melanda Kabupaten Bireuen.

“Sebagai mana kita ketahui, didalam beberapa waktu terakhir wilayah Kabupaten Bireuen sedang dilanda kemarau yang cukup panjang,” ujarnya.

Dikatakan Bupati Mukhlis, kondisi kekeringan yang melanda wilayah kita tidak hanya berdampak pada kekeringan dan produktivitas pertanian  tetapi juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang membahayakan kesehatan dan keselamatan.

“Sebagai bagian dari ikhtiar lahir dan batin Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama forkopimda dan para tokoh agama menggelar sholat istisqa,” kata Bupati Mukhlis.

Ia menyebutkan, sholat istisqa bukan sekedar ritual semata, akan tetapi merupakan bentuk kerendahan hati kita sebagai hamba Allah yang menyadari semua yang terjadi di dunia ini atas kehendak dan kuasa Allah.

Rasulullah sendiri sudah memberikan contoh, disaat sedang dilanda kekeringan beliau mengumpulkan umat Islam untuk beristighfar, memohon ampun, memperbanyak sedekah dan melaksanakan sholat dengan penuh keikhlasan.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai sarana introspeksi diri, muhasabah dan memperbanyak taubat serta amal kebaikan,” sebut H. Mukhlis.

Selain itu, H. Mukhlis mengajak masyarakat Bireuen agar lebih bijak dalam dalam menjaga alam dan tidak merusak lingkungan, tidak menebang pohon sembarangan serta menjaga sumber air, karena menjaga alam sebagian dari ibadah dan bentuk syukur atas nikmat yang diberikan.

“Saya mengajak seluruh Camat, Para ulama dan tokoh agama, Imum Syik, Imum Gampong dan pimpinan Dayah agar kiranya dapat menggelar do’a bersama, Zikir dan pengajian di Masjid, Meunasah maupun Dayah masing – masing,” pungkas H. Mukhlis. (Rahmad Maulida)