Daerah  

Pembuatan Drainase di Matang Glumpang Dua tak Berkualitas

Sumber Foto: Rizanur Aris

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen sorot peristiwa kecelakaan yang beberapa pekan lalu terjadi di Keude Matang Glumpang Dua, Peusangan Kabupaten Bireuen.

Hal itu disampaikan Gabungan Komisi DPRK pada Rapat Akhir Qanun Pertanggungjawaban Tahun Anggaran 2020, Sabtu 14 Agustus 2021 di ruang paripurna DPRK Bireuen.

Selaku Penanggap Gabung Komisi DPRK, Teuku Muhammad Mubaraq meminta Bupati Bireuen melakukan penanganan secara tuntas terkait pembuat tutup Drainase di Keude Matang Glumplang Dua.

Menurut Gabungan Komisi DPRK, hal itu sehubungan dengan banyaknya kecelakaan akibat pembuatan tutup drainase yang tidak berkualitas di Kota Matang Glumpang Dua.

“Pemerintah Bireuen harus melakukan penanganan secara menyeluruh,” sebutnya.

Selain itu, Gabungan Komisi DPRK juga meminta Bupati menyelidiki penyimpangan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan drainase untuk ditindak secara hukum.

Sementara itu, Gabungan Komisi DPRK menilai pembuatan tutup drainase di kota Matang Glumpang Dua tidak berkualitas, hingga mengakibatkan kecelakaan.

Sebelumnya, seperti diwartakan liputaninvestigasi.com satu unit mobil pengangkut minyak kelapa sawit terperosok ke dalam saluran air akibat saluran tersebut tidak kuat menahan beban.

Peristiwa yang mengakibatkan ban mobil pengangkut minyak kelapa sawit itu terperosok di dalam saluran, tepatnya di Simpang Empat Keude Matang, Peusangan Kabupaten Bireuen. Senin 9 Agustus 2021.

Menurut informasi dari warga, saat mobil itu berhenti, ternyata saluran itu ambruk. Hal itu disebabkan karena saluran air yang berada di pinggir Jalan Medan-Banda Aceh dibuat menggunakan besi kecil sehingga banyak mobil pembawa barang sering jadi korban (terperosok).

“Sudah beberapa kali terjadi disekitar sini Bang, bahkan sebelumnya juga pas didepan mesjid Peusangan, ini akibat saluran air dibuat tidak bagus sehingga mobil pengangkut barang sering jadi korban,” kata warga setempat kepada media ini di lokasi tersebut.

Puluhan warga yang ikut menyaksikan mobil terperosok tersebut ikut menghampiri media ini, menyampaikan kekesalan terhadap pemerintah dan kontraktor.

Mereka kecewa terhadap saluran air tersebut karena besi yang digunakan terlalu kecil.

Padahal, saluran itu berada dijalan nasional. Kemudian saluran itu juga disekitar pasar yang tentunya banyak mobil yang melewati maupun yang singgah ditempat tersebut. [ ]

Laporan Adam Zainal