Pengamat: Rakyat Kecewa, Kebijakan Nova Iriansyah Banyak Munculkan Polemik

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Perkembangan politik Aceh semakin dinamis namun mencekam dalam senyap, pasalnya masyarakat selaku rakyat Aceh sangat kecewa atas berbagai kebijakan dan program yang diimplementasikan dibawah pemerintahan Gubernur Nova Iriansyah.


Hal itu disampaikan oleh pengamat kebijakan Publik dan Politik Aceh Usman Lamreung pada Sabtu 23 Januari 2021, Ia menilai berbagai kebijakan berdampak pada reaksi publik diantaranya anggaran recofusing Covid-19, proyek Multiyear terjadinya hiruk pikuk eksekutif-legislatif.

Dan juga pembatalan dan pengurangan jumlah pembangunan rumah kaum dhuafa sebagai salah satu program Aceh Hebat, penanganan Covid-19, masalah Kawasan Industri Aceh (KIA) yang tak kunjung berjalan, KEK Arun, masalah implementasi Lembaga Keuangan Syariah dalam perdebatan, Konflik MAA, masalah pengisian posisi Wakil Gubernur belum jelas dan berbagai kebijakan lainnya.

“Berdasarkan berbagai kebijakan tersebut rakyat Aceh sangat kecewa, dan kekecewaan rakyat Aceh atas kepemimpinan Gubernur Nova Iriansyah lemah, sehingga berbagai program Aceh Hebat yang sudah dicetuskan dalam RPJM Aceh Hebat tidak berjalan,” kata Usman Lamreung.

Akibat lemahnya kepemimpinan Gubernur Nova Iriansyah Usman menilai Program Aceh hebat hilang marwah tenggelam dengan program BEREH, Program PKK ala Sekda Aceh.

“Maka sudah sepatutnya Gubernur Nova Iriansyah melakukan evaluasi berbagai kebijakan dan program yang menyebabkan kekecewaan rakyat yang belum menyentuh pembangunan ekonomi rakyat, dan kekecewaan masyarakat terobati dan teratasi,” pinta Akademisi Universitas Abulyatama tersebut.

Selain itu Usman juga menilai kisruh terjadi juga adanya upaya menunda-nunda pengisian sisa masa jabatan wagub Aceh periode 2017-2022 dan manufer-manufer tertutup meniadakan pengisian jabatan tersebut paska dilantiknya Gubernur Nova Iriansyah menjadi gubernur Aceh definitif sejak 5 November 2020.

“Hal itu menimbulkan sorotan publik Aceh baik di Aceh maupun luar Aceh, sejumlah tokoh nasional juga sudah mengeluarkan pernyataan. Indikasi nyata di lapangan juga menunjukkan sesuatu yang riskan karena masyarakat mulai mengarahkan pembicaraan mereka seolah-olah itu terjadi karena kesengajaan pemerintahan Nova Iriansyah. Hal ini akan mengarah pada munculnya potensi konflik lebih besar,” lanjut Usman

Saat ini kata Usman, publik mengasumsikan Nova Iriansyah berasal dari partai nasional dan sengaja ingin meniadakan posisi Wagub.

“Banyak kebijakan-kebijakan yang cukup blunder di tangan Nova Iriansyah juga semakin menciptakan akumulasi kejengkelan publik, yang menyebabkan Image pemerintahan Aceh dibawah Nova semakin tidak baik,” pungkas Usman (Red)