LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Terkait beredarnya narasi ujaran kebencian di Medsos tentang tingginya tarif penyeberangan di Jembatan Teupin Mane Kecamatan Juli, sehingga terjadi penutupan sementara oleh pengelola, Pemkab Bireuen melalui Muspika memanggil para pihak untuk meluruskan kejadian tersebut.
Karena adanya tuduhan terhadap para pekerja dan pengelola, jalur penyeberangan di jembatan Teupin Mane, Juli sempat ditutup sementara, menanggapi masalah tersebut Camat Juli bersama pihak Polsek memanggil koordinator dan para pekerja pada Rabu 10 Desember 2025 di kantor Camat Juli untuk meluruskan persolan tersebut.
Camat Juli Hendri Maulana SIP, MSM mengatakan, Muspika meminta jembatan penyeberangan agar dibuka kembali karena yang dilakukan selama ini merupakan bentuk kepedulian dan kemanusiaan.
“Jangan gara-gara vidio atau narasi yang beredar di medsos kita melakukan penutupan yang membuat akses Bireuen – Bener Meriah, Takengon tidak bisa dilewati,” tutur Hendri Maulana
Camat Hendri menjelaskan, pengelola juga meluruskan persoalan yang beredar di Medsos bahwa tarif penyeberangan dipungut sudah diluar batas bahwa itu tidak benar.
“Mereka tidak pernah melakukannya, dari awal pengelola sudah menetapkan tarif normal yakni 25 ribu per orang, untuk barang komersil seperti BBM 20 Ribu per Jerigen, Beras 6 ribu karung 15 Kg cabai 20 ribu per karung,” imbuh Hendri
Muspika dan pihak Pengelola sangat menyayangkan ada oknum yang berusaha menyebarkan narasi kebencian, apalagi membawa nama daerah, seolah orang Bireuen tidak ada toleransi terhadap orang-orang Takengon, kondisi saat ini sama-sama sedang ditimpa musibah.
“Padahal pengelola banyak membantu bahkan tidak mengambil ongkos bila benar-benar yang menyeberang tidak punya uang bahkan menyisihkan rejeki untuk menyediakan makan gratis bagi para penyeberang yang belum makan,” tutur Camat Hendri
Lanjutnya, persolan yang terjadi sebenarnya bukan dengan pihak pengelola penyeberangan, pada Selasa 9 Desember terjadi keributan antara ojek setempat dengan ojek mobil dari Takengon, diduga pihak ojek setempat mematok tarif tinggi dan tidak memperbolehkan ojek mobil Takengon mengambil sewa di Beunyot, tetapi harus menunggu di kota Bireuen.
“Ojek mobil Takengon tidak terima sehingga terjadi keributan, namun vidio dan berita yang beredar malah pengelola penyeberangan yang disalahkan dan dituduh mematok harga sampai 70 ribu, padahal itu ulah oknum ojek dn diluar tanggung jawab pengelola,” cerita Camat Hendri
Lanjutnya, setelah berembuk pihak Muspika dan Pengelola mengambil kesimpulan seluruh akses penyeberangan kembali dibuka dan aktivitas penyeberangan kembali normal seperti biasa.
“Setelah diberikan pemahaman oleh Pihak Muspika, dan meminta kepada koordinator penyeberangan untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan Masyarakat banyak, serta meluruskan kejadian yang sebenarnya terkait tarif, penyeberangan yang menggunakan Sling itu kembali dibuka seperti biasa,” lanjut Camat Hendri
Terkait beredarnya video di medsos serta narasi ujaran kebencian terhadap Masyarakat Bireuen khususnya kepada pihak penyeberangan yang mengambil tarif diluar batas sampai 70 ribu sehingga memicu pihak dari Bener Meriah dan Takengon menuduh pengelola tidak memliki rasa kemanusiaan ditengah musibah sangat disayangkan.
“Pengelola tidak pernah melakukan hal itu, hal ini perlu diluruskan untuk menghindari konflik antara Masyarakat Bireuen dengan Masyarakat Bener Meriah maupun Takengon, hal itu terjadi karena adanya banyak transaksi antara penumpang dan pihak ojek secara diam-diam sehingga hal tersebut menyulitkan pengawasan,” jelas Camat Hendri Maulana
Selama ini juga masyarakat Juli di jembatan Penyeberangan juga sudah banyak membantu masyarakat Bener Meriah atau Takengon dengan menyediakan makanan di dapur umum.
“Dari pertama ditimpa musibah Banjir, masyarakat Bireuen, Juli khususnya telah banyak membantu warga Bener Meriah dan Takengon, baik menyediakan makanan maupun menggratiskan penyeberangan, semoga dengan klarifikasi ini bisa meluruskan kesalahpahaman yang terjadi, kita semua bersaudara,” pungkas Camat Hendri (Red)








