Daerah  

Pengungsi di Samalanga Minim Logistik, Kalak BPBD: Pue Bantuan Siat-At

Kondisi pengungsi di Samalanga (Ist)

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Ribuan masyarakat dari Enam Desa di Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen masih bertahan di Posko Pengungsian, sementara dari 26 Desa lainnya yang berdampak banjir sudah kembali ke rumah masing-masing.

Data yang diterima media ini pada Selasa 9 Desember dari pihak Kecamatan masyarakat yang masih bertahan di barak pengungsian mencapai 2.500 orang, tersebar di 6 Desa, diantaranya Kandang, Lueng Keubeu, Lhokseumira, Meunasah Lueng, Namploh Papeun dan Keudee Aceh.

Samalanga merupakan salah satu Daerah terparah berdampak banjir akibat meluap dan tergerusnya Krueng Batee iliek, dari 43 Desa di Kecamatan paling Barat itu 32 Desa terdampak banjir parah yang mengakibatkan ribuan warga harus mengungsi.

Informasi yang dihimpun dari relawan dan pihak Kantor Camat, pengungsi di Kecamatan Samalanga kurang mendapat perhatian, pasalnya selama 14 hari di pengungsian mereka baru Dua kali mendapat pasokan logistik yang disalurkan melalui camat setempat.

“Selama banjir, Kecamatan Samalanga telah menerima beras dari Pemkab senilai 7 Ton Beras yang didistribusikan untuk 18 titik pengungsian dan sejumlah peralatan lainnya dengan jumlah yang sedikit,” demikian diungkapkan oleh Khairuman, salah satu Relawan yang bertugas menangani logistik pengungsi kepada media ini pada Selasa 9 Desember 2025

Khairuman mengungkapkan bantuan yang disalurkan oleh Pemkab hanya bisa bertahan selama Dua hari, selain itu mereka juga menerima bantuan dari Donatur lainnya untuk bertahan.

“Tadi kami mendampingi Camat menjumpai Kalak BPBD Bireuen dengan membawa list kebutuhan untuk 6 titik pengungsi yang masih bertahan di posko, namun harus pulang dengan tangan kosong, sementara stok di Kabupaten masih sangat banyak namun tidak diberikan dengan alasan tidak jelas,” tuturnya

Pihaknya sangat kecewa dengan jawaban Kalak BPBD Bireuen menahan logistik untuk kebutuhan pengungsi, padahal semua orang Tahu Logistik di Gudang Pemkab masih sangat banyak.

“Saat kami minta, Kalak BPBD Bireuen menjawab, Pue Bantuan Siat-at (untuk apa bantuan sebentar-bentar, red), kami sangat kecewa seolah-olah kami meminta logistik untuk ditimbun, padahal hingga saat ini tidak ada stok apapun lagi,” tuturnya

Padahal, lanjutnya Bupati Bireuen sudah mengarahkan Camat untuk terus memantau kebutuhan para pengungsi, jika stok sudah menipis agar segera melapor ke Kabupaten dengan membuat list kebutuhan.

“Padahal logistik di Gudang Kabupaten menumpuk, namun sangat sulit dikeluarkan malah saat diminta, kami mendapat jawaban yang tidak mengenakkan,” lanjutnya

Saat ini yang dibutuhkan selain Sembako, pengungsi di Samalanga sangat membutuhkan, peralatan bayi (pempes, susu, kelambu dan kasur Bayi) obat-obatan, selimut dan alas tidur.

“Jika tidak butuh, kami tidak akan repot-repot ke Kabupaten, hingga hari ini baru Dua Kali kami menerima logistik dari Kabupaten, itupun dengan jumlah yang sangat minim, padahal bantuan itu sedekah orang untuk Korban banjir, namun entah kenapa ditimbun di Kabupaten, ini kan aneh,” pungkasnya

Hingga berita ini diturunkan, media ini belum mendapat konfirmasi dari Kepala BPBD Bireuen Aswadi (AN)