Daerah  

Pria yang Mengaku Mewakili Kapus Kutablang Minta Dihapus Berita Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid19

Pria yang meminta berita Dihapus mengaku mewakili Kepala Puskesmas Kutablang Bireuen

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Terkait pemberitaan dugaan Korupsi dana Covid19 di Puskesmas Kutabalang Kabupaten Bireuen oleh Media ini berbuntut panjang.

Pasalnya salah satu pemuda atas nama Zhafir Hazmi mengirim email dan pesan Whattaps ke pihak media berkali-kali untuk meminta berita tersebut dihapus.

Selain mengaluarkan kata-kata kurang senonoh kepada pihak media Ia juga mengatakan berita tersebut dapat merusak image kepala Puskesmas.

Berikut isi Email yang bernama hazmizhafir@gmail.com yang dikirim ke pihak Media pada 12 Desember 2020.

“Tidak perlu lagi lah pak dibahas.itu saya tulis email. Karna bentuk kritik saya saja. Nah sekarang berita sudah diklarifikasi. Kemarin kan belum. Nah saran saya gimana klo misalkan nih ada berita kaya kemarin.uang covid. Yg tersampaikan ke media itu uang kan harus dibagi.padahal peraturan nya ga boleh dibagi karna itu uang surveilans. Jadi karna baca judul nya ‘diduga korupsi’ terkejut lah saya. Masa kita menjalankan peraturan gak boleh bagi uangnya,eh malah dituduh korupsi. Jadi ada baik nya Klo di misalkan dengan kasus ini.tim media yg terhormat dapat melakukan penulusuran dulu terkait peraturan sebenernya.baru dimuat berita misal: kapus Kuta Blang dituduh korupsi karna menjalankan peraturan.nah kan enak. Karna klo org baca berita kemarin dan ga baca berita hari ini kan jadi nya salah paham. Sayang pak kapusnya. Jadi rusak image beliau.gitu aja pak. Maaf ya klo nyinggung. Terimakasih wassalam.

Kemudian pada Sabtu 19 Desember dirinya kembali mengirimkan email ke redaksi media dengan bahasa kasar.

“Bodoh kali wartawan.kelas keong memang klen, belajar dulu yg betol baru buat berita. Kalian itu naekan berita sebelum ada klarifikasi. Dari kapusnya nah apaa salah kalo saya bilang kalian buat berita sebelah pihak.kenapa ga kalian tunggu dulu klarifikasi beritanya dari kapus baru kalian naikin,”

Tidak cukup disitu, pihak media juga menerima pesan Whattapp dari nomor 0852703257xx pada Sabtu 19 Desember 2020 atas nama Zhafir Hazmi meminta berkali-kali kepada redaksi untuk menghapus berita dengan judul “DIDUGA KEPALA PUSKESMAS KUTA BLANG KORUPSI JASA TENAGA MEDIS COVID19,”

Saya minta tolong tarik berita denga judul, :”DIDUGA KEPALA PUSKESMAS KUTA BLANG KORUPSI JASA TENAGA MEDIS COVID19,”

Dia mengakui itu permintaan dari Kepala Puskesmas.

“Permintaan Kapus Seperti itu, saya hanya menyampaikan, barusan berita di koar-koar lagi, jadi tolong dihapus,” tulis Zhafir Hazmi

Berikut Potingan Screenshot pesan Whassapp dari Zhafir Hazmi kepada Redaksi media pada Sabtu 19 Desember 2020

Sebelumnya diberitakan pada Jumat 11 Desember 2020 dari pengakuan salah satu tenaga medis di Puskesmas Kutablang dari hasil Perbup insentif Covid19 sudah di tranfer.

“Kepala Puskesmas mengatakan bukan uang covid untuk medis ataupun paramedis, sementara di Perbup jelas-jelas dicantumkan bahwa uang itu di transfer melalui rekening Bantuan Operasional Kesehatan (BOK),” kata salah satu tenaga medis yang bekerja di Pukesmas Kuta Blang pada Jumat 11 Desember 2020.

Kemudian pihak media meminta hak Jawab kepada Kepala Puskesmas Kutablang terkait Tudingan tersebut.

Dalam hal ini Mursal membantah dengan tegas pengakuan tenaga medis bahwa dirinya tidak memberikan insentif kepada tenaga medis di Puskesmas yang dia Pimpin.

“Itu Fitnah, mereka tidak tahu tentang itu, rencana besok (Sabtu 12 Desember 2020, Red) akan menggelar rapat terkait permasalahan tersebut biar jelas, mereka tidak tahu persoalan itu,” kata Mursal kepada lintasnasional.com pada Jumat 12 Desember 2020.

Mursal juga mengatakan bahwa tuduhan tersebut merupakan fitnah.

Setelah selesai rapat pada Sabtu 12 Desember 2020 pihak media kembali menghubungi Mursal untuk mepertanyakan hasil rapat.

Namun Mursal meminta pihak media untuk tidak memperpanjang lagi masalah tersebut, katanya setelah diberi penjelasan para tenaga medis sudah memahaminya.

“Sy rasa ndak usah di perpanjang lg dek…krn mereka itu anak2 sy yg blm paham aturan ttg covid ini.. jd sy rasa biarlah org2 luar sana memberikan komentar sesuai hati nurani mereka..klo mereka paham mereka tdk akan menyebarkan lgdan bg yg tdk paham itu rezeki sy krn mereka akan mengumpat dll shg mereka akan berdosa… jd biarlah Allah yg memberi balasan hukuman yg setimpal sesuai niat2 mereka dek… kita berdoa saja semoga Allah mengampuni kita semuanya Aamiin,” demikian tulis Mursal SKM (Red)