Daerah  

Ribuan Santri Bireuen Mendaftar Seleksi Beasiswa Hafalan Kitab dan Hadis

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Antusiasme santri untuk mengikuti seleksi Beasiswa Berprestasi Thalabah Hafalan Kitab dan Hadits Tahun 2025 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen sangat tinggi.

Berdasarkan data yang dari Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, tercatat 1.098 santri dari berbagai dayah mendaftar untuk memperebutkan 138 kuota yang tersedia.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, Anwar, S.Ag, M.A.P, mengatakan, pendaftaran peserta seleksi Beasiswa Hafalan Kitab dan Hadis telah resmi ditutup sejak 22 Agustus 2025 dan akan dilanjutkan ke tahap seleksi.

“Sebanyak 1.098 santri dari berbagai Dayah sudah mendaftar, selanjutnya pelaksanaan seleksi direncanakan berlangsung pada September 2025,” ujarnya kepada Lintasnasional.com pada Jum’at 29 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, pendaftaran beasiswa ini dibagi ke dalam tiga tingkatan (Marhalah)
Marhalah Ula (Bidang Tauhid, Akhlak, dan Hadits Arbain), Marhalah Wustha (Bidang Tauhid, Fiqih, Tarikh, dan Tafsir)  dan Marhalah Ulya (Bidang Nahwu, Balaghah, dan Ulumul Hadits).

Marhalah Ula dengan jumlah kuota tersedia untuk 61  sementara jumlah pendaftar sebanyak 503 santri, diikutin Marhalah Wustha kuota yang tersedia untuk 52 dengan jumlah pendaftar 352 santri  dan Marhalah Ulya kuota tersedia 138 dengan jumlah pendaftar 243 santri.

Kata Anwar, santri yang lolos seleksi akan melewati tahapan ujian yang meliputi kemampuan hafalan kitab, pemahaman hadits, serta penguasaan ilmu-ilmu keislaman sesuai bidang masing-masing.

Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen akan melibatkan para ulama, pakar  kitab kuning, dan akademisi dalam proses seleksi untuk memastikan hasil yang objektif, berkualitas dan transparan.

“Setiap pemenang dari Marhalah Ula akan mendapatkan Rp1.200.000, Marhalah Wustha 2.500.00 dan Marhalah Ulya 3.000.000 per santri dengan jumlah total Rp278.200.000 ,” rincian Anwar.

Ia menambahkan, melalui program beasiswa ini Pemkab Bireuen berharap dapat melahirkan generasi santri unggul yang tidak hanya cakap dalam hafalan, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Islam.

“Semoga dapat melahirkan kader-kader ulama dan cendekiawan Islam yang membawa harum nama Bireuen sebagai kota santri, tingginya animo santri menunjukkan semangat luar biasa dalam mempelajari kitab kuning dan hadits,” pungkasnya. (Rahmad Maulida)