Sejarah Senjata Rencong dan Seni Beladiri Tradisional Aceh

Oleh : ASNAWI.SPd.MSN

Karena kekhasannya, selain dijuluki “Serambi Mekkah” Aceh Juga dikenal sebagai “Tanah Rencong”.

Bagi masyarakat Aceh tempo dulu, rencong dianggap sebagai benda pusaka yang dipergunakan oleh seluruh masyarakat Aceh, terutama kaum pria. Bahkan pada masa kerajaan Aceh, anak laki-laki yang beranjak dewasa dianjurkan untuk memiliki rencong untuk menjaga diri.

Dalam Aksara Jawoë : رنچوڠ atau yang dalam Bahasa Aceh ditulis dengan huruf latin dibaca “Rintjong” adalah senjata khas Masyarakat Aceh. Rencong merupakan simbol identitas diri, keberanian, dan ketangguhan Pejuan Pejuang Aceh Tempo dulu.

Hanya dengan sebilah rencong ditangan, seorang pahlawan wanita Aceh mampu membunuh belasan bahkan puluhan musuh dalam satu waktu

Menurut catatan sejarah, Rencong merupakan senjata tradisional yang digunakan di Kesultanan Aceh. Kedudukan Rencong di Kesultanan Aceh sangatlah penting, Rencong selalu diselipkan di pinggang Sultan Aceh, selain itu para Ulee Balang dan masyarakat biasa juga menggunakan Rencong. Rencong emas milik Sultan Aceh dapat kita jumpai di Museum Sejarah Aceh, dari bukti sejarah tersebut dapat disimpulkan bahwa Rencong memang sudah terlahir sejak masa Kesultanan Aceh namun pembuat pertamanya sampai saat ini belum diketahui.

Baca Juga:  Sapi Milik Pemerintah Aceh, Antara Logika Kurus dan Dikuruskan

Timbul Rencong di Aceh juga karena pengaruh Islam. Banyak simbol-simbol pada rencong yang memperlihatkan unsur Islam didalamnya. Didalam buku Rencong karangan T. Syamsyuddin dan M. Nur Abas (1981:5) dijelaskan arti dari simbol pada rencong sebagai berikut:

Gagang Rencong yang melekuk kemudian melebar pada bagian sikunya berupakan aksara arab BA

Bujuran gagang tempat genggaman merupakan aksara SIN

Bentuk-bentuk lancip yang menurun kebawah pada pangkal besi pada gagangnya merupakan aksara MIM

Lajur-lajur besi pada pangkal gagang hingga dekat ujungnya merupakan aksara LAM

Ujung-ujung yang runcing dengan datar sebelah atas dan bagian bawah sedikit melekuk ke atas merupakan aksara HA.

Rangkaian dari aksara BA, MIM, LAM, dan HA itu mewujudkan kata, dengan demikian jelas bahwa rencong merupakan perwujudan dari ayat al-quran yang dalam bentuk alat yang tajam dijadikan sebagai alat perang guna mempertahankan agama Islam dari rong-rongan orang yang anti Islam.

Unsur Islam juga dapat ditelusuri dari cara membuatnya. untuk membuat sebuah rencong adakalanya dilakukan dengan cara Mistik yaitu dengan mengurutkan besi atau logam bahan rencong dengan jari tangan dengan membaca doa doa tertentu atau ayat Al-quran sehingga ia benar-benar ampuh sebagai senjata untuk melawan musuh.

Baca Juga:  TA Khalid Jangan Latah Soal BBTNGL

Seni Beladiri Tradisional Aceh (Silat Aceh)

Silat Aceh adalah salah satu seni beladiri warisan budaya aceh tempo dulu, Silat Aceh memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan silat silat dari daerah lain, perbedaan tersebut terlihat dari gerakannya dan juga dari tatacara mempelajarinya.

Biasanya tahap tahap mempelajari silat Aceh diawali dengan doa doa sebagai penambah semangat atau keyakinan dan kemantapan dalam belajar. Pada zaman dahulu ada bacaan syair syair seperti syair prang sabi dan berbagai syair lainnya untuk menyemangati para mujahid untuk terjun ke medan perang.

Kesimpulan

Dari sedikit uraian diatas, sebenarnya masih banyak seni lainnya yang takmuat penulis kupas disini, namun intinya, kita berharap kepada generasi muda, agar senantiasa melestarikan seni budaya peninggalan nenek moyang kita, karena seni budaya tersebut merupakan identitas atau jadi diri bangsa.

Penulis Merupakan Staf Pengajar dan Pelestari Seni Budaya Aceh / Pendiri Perguruan Ilmu Beladiri Nangroe Aceh (IMBAN ACEH)