Daerah  

Pondok Kafilah Simeulue di MTQ Aceh ke 37 Dikelilingi Rumput Liar

 

LINTAS NASIONAL – PIDIE JAYA, Pemondokan kafilah putra Kabupaten Simeulue pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh XXXVII di Kabupaten Pidie Jaya tampak kurang mendapatkan perhatian dari sisi kebersihan lingkungan.

Berdasarkan pantauan media ini pada Rabu 29 Oktober 2025 di lokasi, kondisi lingkungan sekitar pemondokan kafilah dari Simeulue masih dipenuhi rerumputan liar dan tumpukan sampah di tepi jalan depan penginapan ditambah dengan pencahayaan gelap.

Beberapa warga yang melintas di sekitar lokasi menyebut bahwa kondisi lingkungan tersebut seharusnya mendapat perhatian dari pihak panitia atau pendamping kafilah.

Mereka menilai, kafilah seharusnya mendapat pelayanan dan fasilitas yang layak apalagi dari Simeulue mengingat mereka harus menyeberangi laut dan menempuh perjalanan panjang menuju Pidie Jaya.

“Semua kafilah harusnya diberikan pelayanan yang memadai dan nyaman mengingat ini merupakan kegiatan tahunan yang sakral, jangan sampai memalukan tuan rumah karena kurangnya pelayanan dan kenyamanan,” ujar salah satu warga sekitar penginapan Kafilah Simeulue.

Salah satu peserta kafilah dari Simeulue mengaku kelelahan karena perjalanan menuju arena MTQ memakan waktu sekitar 18 jam, termasuk perjalanan laut dan darat.

“Kondisi fisik sangat melelahkan fasilitas pemondokan jauh dari kata nyaman dan bersih, seharusnya ini menjadi prioritas utama panitia karena sebelum ikut lomba kami peserta harus istirahat yang cukup untuk memulihkan stamina,” ujar salah satu peserta kepada wartawan media ini

Kendati demikian, semangat kafilah Simeulue tidak surut. Mereka tetap berbaur dan mempersiapkan diri mengikuti seluruh cabang perlombaan yang akan diikuti, kafilah Simeulue mengirimkan total 100 peserta dan official, dengan rincian 27 putra, 25 putri, dan 48 pendamping.

“Kami berharap panitia maupun pihak terkait dapat memperhatikan kondisi pemondokan kafilah dari daerah-daerah jauh seperti Kami. Selain demi kenyamanan peserta, hal itu juga menjadi bentuk penghargaan terhadap semangat dan pengorbanan dalam mengikuti ajang bergengsi tingkat provinsi ini,” pungkasnya (Miswar)