
LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Jembatan baru Krueng Tingkeum yang berada di jalan lintas Sumatera, tepatnya di Kecamatan Kuta Blang, Bireuen, ditargetkan bisa fungsional pada awal tahun 2027.
Informasi itu disampaikan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, usai menerima kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, Kamis, 6 Agustus 2026, pagi.
Zulkarnaini mengaku, jembatan Krueng Tingkeum akan selesai disambungkan pada Agustus ini. Zulkarnaini menambahkan, jembatan tersebut akan rampung dikerjakan pada Desember 2026, mendatang.
“Insya Allah, pada awal tahun 2027, bisa fungsional,” sebut Zulkarnaini.
Zulkarnaini menambahkan, progress pengerjaan sudah mencapai angka 83 persen. Kata Zulkarnaini, setelah jembatan baru selesai, akan dilanjutkan pembangunan jembatan lama yang terputus akibat banjir pada akhir November 2025, lalu.
Sementara itu, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Aceh, termasuk di Kabupaten Bireuen.
Kehadiran Gibran di Aceh sendiri bertujuan untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan memantau perkembangan penanganan sejumlah infrastruktur pascabencana yang sedang berjalan, sekaligus mendengarkan langsung aspirasi, masukan dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana banjir di Aceh.
Di Kabupaten Bireuen, Gibran meninjau tiga lokasi terdampak bencana, mulai dari pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum, Revitaliasi Sekolah Dasar Negeri 7 Jangka dan pembangunan Jembatan Teupin Mane, Juli.
Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam keterangan tertulis mengatakan, pemerintah terus bekerja secara optimal untuk percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di Aceh. Wapres menyadari, masih terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan dan tantangan yang perlu segera dibenahi.
“Karena itu saya terbuka terhadap setiap aspirasi, masukan, maupun kritik yang konstruktif, agar setiap langkah pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” sebut Gibran.
Gibran menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, relawan, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong membantu proses pemulihan paska bencana.
“Semangat gotong-royong ini sangat berharga, namun pembangunan infrastruktur yang aman dan layak pakai adalah tanggung jawab negara. Pemerintah akan terus mengawal penyelesaiannya agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tutup Wapres Gibran Rakabuming Raka. [] (Rahmad Maulida)
















