Budaya  

Angkat Budaya Penenun Lokal, Sumba Weaving Museum Resmi Diluncurkan

LINTAS NASIONAL, BANDUNG – Sumba Weaving Museum resmi diluncurkan di Kampung Raja Pao, Desa Watuhadang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur pada Minggu, 12 Juni 2026.

Peluncuran Museum yang digagas melalui sebuah program eYAA Cohort 6 Youth Volunteers dihadiri Lebih dari 90 anggota masyarakat, tokoh setempat, anak-anak, dan tamu undangan.

Mesium itu lahir atas prakarsa para pemangku kepentingan setempat dan organisasi masyarakat, yang bertujuan untuk melestarikan kekayaan warisan tenun pulau Sumba, sekaligus menciptakan peluang berkelanjutan bagi para perajin lokal.

Head of MaybankHeart and Youth, Aiidir Putera, menyoroti nilai investasi pada inisiatif yang dipimpin oleh anak muda.

“Mesium ini sangat penting untuk memberdayakan perajin lokal sembari melestarikan pengetahuan tradisional,” tambah Yudhi Sutrisna, Head of Corporate Social Responsibilities Maybank Indonesia.

Sementara itu, ASEAN Foundation juga menegaskan kembali komitmennya terhadap kepemimpinan pemuda, pertukaran budaya, dan pembangunan berbasis masyarakat, melalui program-program yang mendorong kerja sama kawasan serta pelestarian warisan budaya.

Hal senada disampaikan Tenunin, civil society organization (CSO) yang menjadi mitra proyek tersebut yang menekankan pentingnya mendukung keahlian kriya masyarakat adat dan menciptakan peluang berkelanjutan bagi komunitas penenun lokal.

Pembukaan museum itu dimeriahkan dengan pameran kain tenun yang menampilkan pola-pola rumit dan motif tradisional khas desa tersebut, serta demonstrasi menenun secara langsung oleh para perempuan Kampung Raja Pao.

Pengunjung juga berkesempatan melihat mahakarya tenun Mama Rajah, yang keahliannya mencerminkan pengetahuan dan tradisi seni yang telah diwariskan secara turun-temurun serta dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Para pejabat pemerintah dan organisasi mitra menekankan pentingnya kolaborasi dalam melestarikan budaya lokal sekaligus mendukung pengembangan masyarakat. Mewakili pemerintah daerah Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu, Sekretaris Daerah Sumba Timur yang juga mewakili Wakil Bupati menyoroti peran pelestarian budaya dalam memperkuat identitas masyarakat dan mendorong pariwisata berkelanjutan.

Turut hadir pada acara tersebut adalah Marolop Simanjuntak, Kepala Dinas Pariwisata Sumba Timur, Imanuel Takanjanji, Kepala Dinas Pendidikan, Umbu Weki, Camat Umalulu, dan Richard, Kepala Desa Watuhadang), bersama dengan anggota komunitas Kampung Raja Pao. [] (AH)