
LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bireuen Kuala Lancok-Lancok, resmi dihentikan sementara selama 20 hari kedepan.
Informasi itu diperoleh dari Koodinator Wilayah (Korwil) SPPG Bireuen, Ignatia Samosir, menjawab Lintas Nasional, Jum’at, 18 September 2026.
Ignatia Samosir mengatakan, SPPG tersebut tidak beroperasi selama dua puluh hari kedepan.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, jumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kuala, Bireuen, yang diduga menjadi korban keracunan bertambah, dari sebelumnya 19 siswa menjadi 21 siswa.
Dari jumlah tersebut, lima diantaranya sudah diperbolehkan pulang dengan status rawat jalan. Sementara sisa lainnya masih menjalani perawatan intensif di beberapa ruangan di rumah sakit setempat.
Salah satu orang tua korban, Irmawati, mengatakan, putrinya mengeluh pusing dan mual-mual setelah pulang dari sekolah, dan mengaku telah mengkonsumsi MBG.
“Karena tidak bisa ditahan lagi, karena kondisi makin parah, maka kemudian dilarikan ke UGD RSUD Fauziah Bireuen,” tutur Irmawati.
Irmawati menambahkan, sebelum dilarikan ke rumah sakit, putrinya sempat meminum obat, tetapi tidak kunjung membaik.
” Karena kondisi sudah parah, malamnya langsung saya bawa UGD RS Fauziah. Sampai disini petugas mengatakan keracunan makanan,” ujar Irmawati. [] (Rahmad Maulida)















