Warga Juli Seutuy Tiba-tiba Meninggal Saat Disambangi Personel Satresnarkoba Bireuen

Ilustrasi

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Saiful Bahri, warga Gampong Juli Seutuy, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen yang menjadi terduga kasus narkoba, dikabarkan meninggal dunia usai disambangi sejumlah personel Satresnarkoba Polres Bireuen. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 27 Agustus 2026, sekitar pukul 23.40 WIB di halaman rumah korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, sejumlah personel Satresnarkoba Polres Bireuen mendatangi kediaman Saiful Bahri. Petugas sempat berbincang dengan korban di teras rumah, sementara keluarga berada di dalam rumah.

Beberapa saat kemudian, salah satu anggota polisi mengetuk pintu dan menanyakan apakah Saiful memiliki riwayat penyakit. Keluarga menyatakan korban tidak menderita penyakit berat.

Keluarga kemudian mendatangi Saiful dan mendapati kondisinya sudah tidak seperti biasanya. Ia terlihat duduk di kursi dengan mata terbuka ke atas, mulut terbuka, serta mengeluarkan air liur dan cairan dari hidung serta mata. Keluarga segera berupaya membawa korban ke rumah sakit.

Saiful pertama kali dibawa ke RSUD dr. Fauziah Bireuen, namun kemudian dialihkan ke Rumah Sakit BMC Bireuen. Sesampainya di IGD RS BMC, pihak medis segera memberikan penanganan, termasuk upaya pertolongan dari tim ruang operasi. Namun dokter menyatakan Saiful telah meninggal dunia. Keluarga sempat memohon agar upaya pertolongan tetap dilakukan, namun nyawa korban tidak tertolong.

Keuchik Gampong Juli Seutuy, Saifannur, S.P., MM, yang mengonfirmasi peristiwa tersebut pada Sabtu, 29 Agustus 2026, menyatakan saat tiba di lokasi ia melihat Saiful sudah dalam keadaan duduk di kursi di teras rumah.

“Awalnya diberitahukan terkait kedatangan anggota Satresnarkoba ke rumah Saiful Bahri. Saat saya tiba di lokasi, saya melihat Saiful Bahri dalam posisi duduk di kursi teras rumah,” tutur Keuchik.

Keuchik juga menyebutkan, pihak kepolisian sempat memastikan identitas korban. “Mereka memastikan apakah Saiful warga Juli Seutuy. Saya menyampaikan jika beliau bersalah, silakan diproses sesuai hukum yang berlaku. Tak lama kemudian, anaknya mengatakan Saiful harus segera dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

Keesokan harinya, Jumat, Kapolres Bireuen datang melayat dan menemui keluarga korban. Pihak kepolisian menawarkan agar jenazah Saiful Bahri diautopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian, namun keluarga tidak menyetujui. Jenazah kemudian segera dimakamkan dengan pelaksanaan Fardhu Kifayah pada hari yang sama.

“Terkait penyebab kematian, saya tidak mengetahui pasti. Saat tiba di lokasi, Saiful Bahri sudah dalam posisi duduk di kursi teras rumahnya, dan kondisi lampu juga remang-remang,” pungkas Keuchik Saifannur.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui penyebab meninggalnya Saiful Bahri, pihak media juga belum mendapatkan keterangan resmi dari Polres Bireuen terkait peristiwa tersebut (AN)