Bupati Mukhlis: Tiga Jembatan Putus di Bireuen Segera Dibangun, Anggaran Capai 500 M

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, memastikan pembangunan kembali tiga jembatan yang putus akibat banjir di Kabupaten Bireuen akan segera dibangun oleh Pemerintah Pusat.

Jembatan Ulee Jalan di Kecamatan Peusangan Selatan menjadi salah satu prioritas segera dikerjakan oleh Pemerintah Pusat, dengan tahap perencanaan telah rampung dan pembangunan ditargetkan dimulai paling cepat akhir 2026 atau paling lambat awal 2027.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Ir. Doddy Hanggodo, saat melakukan kunjungan kerja ke Bireuen beberapa waktu lalu.

“Jembatan ini sudah siap dalam perencanaan. Kata Pak Menteri, secepatnya akan dibangun. Paling cepat akhir tahun ini, atau paling lambat awal 2027,” ujar Bupati Mukhlis saat meninjau lokasi jembatan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat, Kamis, 6 Agustus 2026.

Jembatan Ulee Jalan nantinya akan dibangun sepanjang sekitar 120 meter, terdiri dari dua bentang dan satu pilar di bagian tengah. Konstruksi jembatan akan menggunakan spesifikasi yang lebih kuat dibanding jembatan lama. Jika sebelumnya jembatan putus tipe C, penggantinya akan dibangun dengan tipe B setara dengan Jembatan Pante Lhong sehingga memiliki kapasitas dan ketahanan yang jauh lebih besar.

Selain Jembatan Ulee Jalan, pemerintah pusat juga akan membangun dua jembatan lainnya, yaitu Jembatan Mon Kelayu di Kecamatan Gandapura dan Jembatan Alue Limeng di Kecamatan Jeumpa. Khusus Jembatan Alue Limeng, panjangnya diperkirakan mencapai 180 meter.

“Ketiga jembatan itu akan dibangun sekaligus, sebagaimana disampaikan langsung oleh Pak Menteri,” tegas Mukhlis.

Pemerintah Pusat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk pembangunan ketiga jembatan tersebut. Anggaran telah dipastikan tersedia, sehingga diharapkan proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Perlu diketahui, banjir besar yang melanda Bireuen pada akhir 2025 menyebabkan sedikitnya tujuh jembatan putus total dan satu jembatan lainnya mengalami kerusakan pada bagian jalan pendekat. Sebagian infrastruktur yang rusak telah ditangani melalui pembangunan darurat. Jembatan Krueng Tingkeum (Kecamatan Kutablang) dan Jembatan Teupin Mane (Kecamatan Juli) ditangani Pemerintah Pusat, sedangkan Jembatan Pante Lhong dan Jembatan Alue Limeng menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Bireuen.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo dan Menteri PU atas perhatian khusus yang diberikan kepada Kabupaten Bireuen, khususnya dalam pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi beberapa bulan lalu,” pungkas Bupati Mukhlis. (AN)