Daerah  

drg. Saifuddin Ishak: Bupati Mukhlis Telah Tunjukkan Keberpihakan Nyata kepada Masyarakat

LINTAS NASIONAL – BANDA ACEH, Ketua pertama Ikatan Masyarakat Kabupaten Bireuen (IMKB) di Banda Aceh, Drg. Saifuddin Ishak, menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, ST.

Ia menilai sejumlah kebijakan dan langkah yang dilakukan Mukhlis menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat, termasuk komitmennya menyumbangkan seluruh gaji selama menjabat untuk anak yatim dan kaum duafa serta keberhasilannya mengawal penyelesaian pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum.

Apresiasi tersebut disampaikan Saifuddin Ishak dalam sambutannya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan IMKB Banda Aceh di Asrama Haji, Banda Aceh, Minggu 1 November 2026

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) itu mengaku bangga sebagai masyarakat Bireuen yang berada di Banda Aceh terhadap berbagai kebijakan Bupati Mukhlis.

Menurutnya, komitmen Bupati Mukhlis menyumbangkan seluruh gajinya selama menjabat mencerminkan kepedulian seorang pemimpin terhadap masyarakat.

“Ketika orang berbicara di kedai kopi, memang hebat Bupati Bireuen. Itu adalah bupati rakyat, bupati yang memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya.

Saifuddin menilai, sikap dan komitmen tersebut patut mendapatkan apresiasi serta dukungan dari seluruh masyarakat Bireuen. Ia berharap kepemimpinan yang berpihak kepada kepentingan rakyat dapat terus dipertahankan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah.

Selain komitmen menyumbangkan gaji, Saifuddin juga memberikan apresiasi atas selesainya pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum.

“Apresiasi yang kedua untuk Bupati adalah ketika Jembatan Selat Hormuz (Jembatan Krueng Tingkeum) itu selesai. Hal tersebut juga menjadi viral di mana-mana, bahkan sampai ke dunia internasional,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, manfaat pembangunan jembatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Bireuen, tetapi juga masyarakat dari daerah lain yang melintasi jalur tersebut, termasuk warga Banda Aceh dan Medan.

“Pembangunan Jembatan Selat Hormuz, alhamdulillah, dengan upaya yang Bapak lakukan, akhirnya selesai. Bukan hanya untuk orang Bireuen di sana, tetapi juga untuk masyarakat Banda Aceh. Bahkan, untuk orang Medan dan masyarakat Indonesia yang melintas dari sana,” tuturnya.

Atas berbagai upaya tersebut, Saifuddin menyampaikan dukungan masyarakat Bireuen di Banda Aceh terhadap kepemimpinan Mukhlis. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan apabila pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan pembangunan.

Menurutnya, tantangan merupakan bagian dari risiko seorang pemimpin sehingga harus dihadapi, bukan dihindari. Dukungan dari masyarakat, termasuk warga Bireuen yang berada di perantauan, diperlukan agar pembangunan daerah dapat terus berjalan.

“Bila ada tantangan, itulah risikonya sebagai seorang pemimpin. Tantangan itu jangan dihindari. Kami siap dari Banda Aceh untuk membantu apabila ada tantangan-tantangan,” tegasnya.

Selain memberikan apresiasi kepada Bupati Bireuen, Saifuddin juga mengajak seluruh keluarga besar IMKB untuk memperkuat kebersamaan dan membangun organisasi yang semakin solid.

Ia mencontohkan perjalanan Persatuan Sepak Bola Bireuen (PSSB) pada masa kejayaannya. Menurut Saifuddin, salah satu kekuatan PSSB ketika itu terletak pada besarnya dukungan masyarakat Bireuen, termasuk saat tim tersebut bertanding di Banda Aceh.

Ia mengenang bagaimana masyarakat Bireuen berbondong-bondong datang ke Banda Aceh untuk memberikan dukungan kepada PSSB. Kehadiran suporter dalam jumlah besar membuat tim tersebut disegani.

“Ketika PSSB bermain bola di Banda Aceh, semua orang takut. Semua orang hebat. Kenapa? Karena berbondong-bondong datang ke Banda Aceh. Berduyun-duyun datang ke kota ini. Jadi, orang sangat segan dengan PSSB,” katanya.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang pernah ditunjukkan masyarakat dalam mendukung PSSB dapat menjadi contoh bagi IMKB untuk memperkuat solidaritas dan meningkatkan peran organisasi dalam mendukung kemajuan Kabupaten Bireuen.

“Hal yang sangat perlu kita lakukan adalah memupuk kebersamaan, sehingga orang kembali segan dengan PSSB. Hal ini, Pak Amir, juga bisa kita lakukan untuk IMKB,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, ST, dalam sambutannya menyampaikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan IMKB Banda Aceh bukan hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat Bireuen yang berada di perantauan.

Menurut Bupati Mukhlis, kegiatan tersebut memiliki makna penting dalam menjaga hubungan persaudaraan dan keterikatan batin antara masyarakat yang tinggal di Kabupaten Bireuen dengan para tokoh, akademisi, serta warga Bireuen yang bekerja dan mengabdi di Banda Aceh.

Ia menyebutkan, kehadiran para tokoh dan cendekiawan asal Bireuen merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan daerah. Sebab, kemajuan Bireuen tidak hanya ditentukan oleh pemerintah dan masyarakat yang berada di wilayah kabupaten, tetapi juga membutuhkan gagasan, sumbangsih, serta perhatian putra-putri daerah di mana pun berada.

“Bireuen tidak hanya dibangun dari garis wilayah administratifnya, tetapi juga dibangun atas gagasan, sumbangsih, dan perhatian dari seluruh putra-putri terbaik Bireuen di mana pun berada,” ujar Mukhlis.

Karena itu, ia mengajak seluruh potensi diaspora Bireuen di Banda Aceh untuk terus memperkuat sinergi, memberikan masukan konstruktif, serta bergandengan tangan dalam mendukung kemajuan daerah.

“Kondisi Kabupaten Bireuen setelah dilanda bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu, menjadi ujian berat yang berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari infrastruktur hingga perekonomian,” tutur H. Mukhlis

Pemerintah Kabupaten Bireuen, kata dia, berkomitmen memastikan proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana terus berjalan secara berkesinambungan, transparan, dan berkeadilan. Pemerintah daerah juga berupaya memastikan tidak ada kawasan terdampak yang diabaikan dalam proses pemulihan.

“Pemerintah Kabupaten Bireuen berkomitmen penuh bahwa proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana terus berjalan secara berkesinambungan, transparan, dan berkeadilan tanpa ada satu pun kawasan yang diabaikan,” tegasnya.

Bupati Mukhlis menjelaskan, penanganan pascabencana tidak hanya difokuskan pada perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga mencakup penguatan mitigasi agar daerah semakin siap menghadapi potensi bencana pada masa mendatang.

“Pemerintah daerah bersama seluruh jajaran telah mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk menangani dampak bencana dan membantu pemulihan kehidupan masyarakat namun proses tersebut masih menghadapi sejumlah kendala dan tantangan di lapangan,” imbuhnya

Salah satu kendala utama adalah keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja Kabupaten Bireuen (APBK) yang belum mampu membiayai seluruh kebutuhan perbaikan dan rekonstruksi secara bersamaan. Selain itu, skema bantuan dari pemerintah pusat yang telah diusulkan dan diharapkan pemerintah daerah juga belum sepenuhnya terealisasi.

Bupati Mukhlis menyebutkan Pemkab terus melakukan koordinasi secara intensif dan mengawal pengusulan bantuan tersebut ke tingkat pusat agar dapat segera disalurkan serta dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

“Di tengah keterbatasan ruang fiskal dan kendala bantuan tersebut, Pemerintah Daerah tidak tinggal diam. Kami terus menerapkan skala prioritas dengan mengoptimalkan penanganan pada sektor-sektor yang paling krusial, seperti pemulihan akses jalan dan jembatan yang terputus, penanganan tanggap darurat warga terdampak, serta pemulihan fasilitas publik utama,” kata Bupati Mukhlis.

Ia menilai, dukungan masyarakat perantauan, termasuk para tokoh, pengusaha, akademisi, dan keluarga besar IMKB Banda Aceh, sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan daerah.

Karena itu, ia mengajak warga Bireuen di Banda Aceh untuk turut mengambil peran melalui gagasan, jejaring, maupun kontribusi nyata sesuai kemampuan masing-masing.

“Kami mengajak bapak/ibu sekalian untuk ikut mengambil peran, memberikan ide, jejaring, maupun kontribusi nyata demi mempercepat kebangkitan Bireuen tercinta. Kebersamaan dan semangat gotong royong inilah yang akan menjadi penopang utama kita di tengah keterbatasan anggaran yang ada,” ajaknya (AN)