Abu Mudi: Covid19 Nyata Adanya Bukan Rekayasa dan Jangan Anggap Remeh

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Ulama Kharismatik Aceh Tgk Haji Hasanoel Bashry (71) yang akrab disapa Abu Mudi sudah dinyatakan sembuh dari virus corona serta sudah diizinkan pulang pada Jumat 31 Juli 2020 kemarin setelah mendapat perawatan intensif di RSUZA Banda Aceh.

Meskipun sembuh Abu Mudi harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama Dua Minggu kedepan, Abu Mudi membuat pernyataan testimoni pasca perawatan dalam bentuk video yang diunggah oleh akun youtube MUDI TV pada Sabtu 1 Agustus 2020.

Dalam keterangannya Abu Mudi menyebutkan kalau dirinya merupakan pasien Covid19 ke 151 di Aceh.

“Alhamdulillah Atas Izin dari Allah SWT dan doa yang tulus yang tidak henti-hentinya dari semua masyarakat, saya sudah dibolehkan pulang dari ruangan isolasi RICU RSUZA Banda Aceh dan melanjutkan masa isolasi mandiri hingga 2 minggu ke depan dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Abu Mudi

Abu Mudi juga mengatakan wabah virus corona tersebut benar adanya, apa yang ia alami sejak hari pertama bukan sebuah rekayasa.

Baca Juga:  Dana Abadi Pendidikan Aceh Tak Pernah Dicairkan, Ini Alasannya

“Wabah Covid-19 ini nyata adanya, apa yang saya alami sejak hari pertama bukan sebuah rekayasa, gejala lemah pusing dan penurunan nafsu makan adalah salah satu gejala yang mengarah ke Covid-19 pada orang diabetes seperti saya, begitulah yang dijelaakan oleh dokter ahli” lanjut Abu Mudi

“Saya telah mengikuti anjuran dokter dan ini sebuah wujud ikhtiar terbaik yang harus kita jalani saat kita dinyatakan positif covid-19 oleh dokter ahli,” lanjut Abu lagi

“Bukan menghindari, mencari-cari kesalahan ataupun mencari pembenaran, hal demikian akan mengganggu kinerja dokter dan pemerintah dalam menekan angka penularan wabah pandemi ini,” ujarnya.

Abu Mudi juga menyampaikan terimaksih kepada Pemerinta Aceh dan Tim Dokter RSUZA yang telah merawatnya secara intensif selama ini.

“Terimakasih atas bantuan dan perhatian Pemerintah Aceh yang telah secara baik memonitor saya selama 24 Jam sehari selama ini dan seluruh tim satuan Tugas Covid19 di RSUD Zainal Abidin Banda Aceh, Terimakasih atas kerja keras Tim Dokter yang menangani dan petugas kesehatan yang merawat saya selama ini juga atas doa dan dukungan keluarga dan sahabat, kerabat serta masyarakat semuanya,” kata Abu Mudi

Baca Juga:  Temui Wali Nanggroe, Presiden dan Wakil Presiden Pemuda OKI Akan Promosi Aceh di Dunia Internasional

Abu Mudi Juga meminta masyarakat untuk tidak menganggap Remeh pademi Covid19.

“Pademi ini jangan dianggap remeh, protokol kesehatan jangan diabaikan, semuanya demi kemaslahatan kita semua,” pungkas Abu Mudi

Sebelumnya, Pimpinan Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga tersebut terkonfirmasi positif corona dan dirawat sejak 22 Juli 2020 di RSUZA. (Kha)