
LINTAS NASIONAl – BIREUEN, Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T, menghadiri rapat senat terbuka dalam rangka Wisuda Ke-2 Magister dan Ke-38 Sarjana di Universitas Islam Aceh (UIA) yang digelar pada, Selasa, 20 Oktober 2026, di kampus setempat.
Pada kesempatan itu, Bupati Mukhlis mengharapkan agar kampus menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah Kabupaten Bireuen, dalam merumuskan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, dan meningkatkan pelayanan publik.
“Para lulusan diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu untuk mengembangkan potensi daerah di Kabupaten Bireuen seperti pertanian, perkebunan, kelautan/perikanan, perdagangan dan UMKM,” sebut Mukhlis.
Mukhlis juga berharap agar para lulusan dapat menciptakan lapangan kerja, dengan tetap menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan dengan adab, akhlak, kejujuran, integritas, dan yang paling penting berbakti kepada orang tua dan guru.
“Kualitas SDM merupakan kunci utama kemajuan suatu daerah melebihi kekayaan alam atau infrastruktur fisik. UIA berperan strategis sebagai pusat pengembangan ilmu, pembentukan karakter, penguatan nilai Keislaman, serta inovasi daerah,” sebut Mukhlis.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Aceh (UIA), Dr. Nazaruddin, M.A, menyebutkan, usia kelembagaan UIA belum genap 2 tahun sejak perubahan bentuk menjadi Universitas Islam Aceh, yang cikal bakalnya berawal dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah yang didirikan Yayasan Al-Muslim Peusangan pada tahun 1985.
“UIA juga mencatatkan capaian akreditasi unggul untuk Prodi PAI dan Ekonomi Syariah, meraih 10 penghargaan Kampus Terbaik Aceh 2026 dari Kopertais Wilayah V termasuk Best Academic Excellence Award dan Best Website Performance Award, serta GI BEI Award 2026,” sebut Nazaruddin.
Nazaruddin menambahkan, bahwa UIA juga terpilih sebagai 1 dari 30 PTKIS Binaan Ditjen Pendis Kemenag Republik Indonesia dan masuk nominasi Perguruan Tinggi Binaan Ditjen Dikti yang ditargetkan menjadi Institusi Unggul pada tahun 2030, dengan rencana pembukaan Prodi baru Hukum Tata Negara, PGMI, Bisnis Digital dan Manajemen Bisnis Internasional.
“Integritas akademik, adab dan nilai moral merupakan fondasi utama dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan serta teknologi modern. Gelar akademik dan prestasi formal hanyalah titik awal, sedangkan keberhasilan sejati diukur dari kemampuan lulusan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” sebut Nazaruddin.
Nazaruddin berharap, para lulusan harus menjadi pembawa solusi yang kritis, kreatif dan bertanggung jawab pada era digital. Nazaruddin menambahkan, reputasi dibentuk oleh prestasi, tetapi kehormatan hanya dapat dipertahankan melalui integritas.
“Kecerdasan tanpa kejujuran bisa menjadi alat manipulasi, keahlian tanpa etika dapat memicu malapetaka. Di tengah pesatnya Artificial Intelligence (AI), tantangan utama bukan mencari informasi, melainkan menjaga kejujuran, menangkal hoaks, manipulasi data dan plagiarisme, sehingga lulusan dituntut untuk terus belajar sepanjang hayat (lifelong learning),” ucap Nazaruddin.
Sekedar informasi, Wisuda Angkatan ke-38 UIA mengukuhkan total 227 wisudawan, terdiri dari 33 alumni Pascasarjana dan 197 alumni jenjang Sarjana (S1). Rinciannya Pendidikan Agama Islam 58 orang (37 laki-laki, 21 perempuan), Manajemen Pendidikan Islam 18 orang, Pendidikan Bahasa Arab 28 orang (12 laki-laki, 16 perempuan), Ekonomi Syariah 7 orang (4 laki-laki, 3 perempuan), dan Hukum Keluarga Islam 83 orang (74 laki-laki, 9 perempuan). Dari total tersebut, 32 orang lulus predikat Cumlaude dan 195 orang Sangat Memuaskan.
Turut hadir Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerja Dr. Husnan, S.T., M.P., Ketua DPRK Bireuen, Para Bupati/Wali Kota tetangga, Ketua LLDikti XIII Aceh, Wakil Koordinator Kopertais Wilayah V Aceh Prof. Dr. Kusmawati Hatta, M.Pd. Unsur Forkopimda Kab. Bireuen, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator Pemkab Bireuen, Rektor UIA Dr. Nazaruddin, M.A. Wakil Rektor I Dr. Dhiauddin, M.Pd., Pengurus Yayasan Almuslim Peusangan (diwakili Sekretaris YAP Dasril Azmi, S.Kom., M.Kom.), Kepala Kantor Kemenag Kab. Bireuen, Pimpinan Perbankan Bireuen dan Lhokseumawe, Direktur Pascasarjana UIA, Direktur Pesantren Almuslim, Forkopimcam Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan dan Jangka, Imum Syiek Masjid Besar Peusangan, Pimpinan Fakultas, Dosen dan Civitas Akademika UIA, serta orang tua/wali wisudawan. [] (Rahmad Maulida)
















