Mengenal Sosok Akmal Rusli, Vice Presiden Pemuda OKI Asal Aceh

LINTAS NASIONAL – JAKARTA, Pembawaan tenang dan santai, tutur katanya yang sopan menjadi ciri khas sosok pemuda bernama lengkap Akmal Rusli, S.Pd Alumni Pesantren yang lihai mengatur Strategi dan piawai dalam berkomunikasi, kini di percaya sebagai Vice President OIC Youth Indonesia (Pemuda OKI).


Pria berdarah asli Aceh kelahiran Bireuen 1 September 1995 ini, merupakan salah seorang putra Indonesia Asal Aceh Yang Menduduki Jabatan Strategis di Organisasi Islam Dunia tersebut.

Kedua Orang tuanya Berasal dari Aceh Ayah asli dari Aceh Utara sedangkan ibunya berasal dari Bireuen, Provinsi Aceh.

Akmal Rusli, dikenal Sebagai Seorang Aktivis Nasional dan Diplomat Muda yang lihai dalam mengatur strategi, piawai dalam Berkomunikasi, Pintar Berdiplomasi, dan juga seorang Konseptor Pergerakan.

Akmal aktif di berbagai Organisasi Tingkat Nasional, Jiwa kepemimpinannya sudah terlihat sejak masih mengenyam pendidikan Pesantren, ketika menjadi mahasiswa Akmal juga sangat aktif di berbagai kegiatan serta Organisasi mahasiswa dan pemuda, hingga akhirnya dipercaya menjadi Vice Presiden Pemuda OKI, ia Memimpin Organisasi Pemuda OKI bersama sahabat sejatinya Syafii Efendi Presiden Pemuda OKI dan Juga pendiri Organisasi Wirausaha Muda Nusantara (WIMNUS).

Organisasi Kerjasama Negara-Negara Islam (OKI) atau منظمة التعاون الإسلامي‎ adalah organisasi internasional yang beranggotakan 57 negara perwakilan tetap di PBB yang memiliki mayoritas atau Ideologi Islam.

Organisasi ini didirikan di Rabat, Maroko 25 September 1969 atau tepatnya 12 Rajab 1389 Hijriah, saat ini, kepengurusan Organisasi Kerjasama Negara Islam (OKI), selain diwakili oleh Perwakilan Pemerintah dalam hal ini adalah utusan khusus Presiden untuk negara-negara Islam atau OKI, juga diwakili oleh utusan Pemuda.

Saat ini, Organisasi Kerjasama Negara Islam (OKI) yang beranggotakan 57 Negara Islam yang dipimpin oleh Oleh Presiden Turki Mr.Recep Tayyep Erdogan bermarkas di Istanbul, Turki.

Baca Juga:  Sosok Rahmawati Wanita Aceh Dapat Beasiswa di Harvard untuk Mengajar Bahasa Indonesia

Berbincang dengan lintasnasional.com pada Sabtu 5 September 2020 Akmal Rusli mengatakan, meski lama hidup di perantauan dan sudah keliling Indonesia hingga ke Luar Negeri, namun tidak mengurangi rasa cintanya terhadap Aceh. Hal ini dapat dibuktikan dengan Pengabdiannya Untuk Aceh dalam misi kemanusiaan.

Sejak remaja, pria yang akrap disapa Akmal ini sudah tertarik dengan dunia diplomasi dan Politik saat masih duduk di bangku sekolah SMA. Ia melanjutkan studinya di Fakultas Tarbiyah Universitas An Nuaimy Jakarta pada tahun 2014 lalu, di kampus tempat ia belajar, para Dosen berasal dari Luar dan Dalam Negeri, seperti Negera Mesir, Yaman, Sudan, Arab Saudi dan Lainnya, hari hari dirinya berbicara bahasa arab dengan para Dosen dan sahabatnya dari berbagai Negara dan Daerah di Indonesia.

Saat menjadi mahasiswa di salah satu universitas ternama di kota Jakarta tersebut, bakat serta kemampuan diplomasi dan Ilmu Politik yang dimilikinya kian terasah, Ia aktif di berbagai Organisasi tingkat Nasional.

Akmal Rusli, Sosok Pekerja keras ini semasa Kuliahnya pernah bekerja sebagai karyawan kaki lima di pasar kebayoran lama Jakarta Selatan, setelah pulang kuliah siang hari, ia langsung melanjutkan pekerjaan sebagai pedagang pakaian di pasar hingga pukul 00.15 tengah malam, setiap hari ia jalani perkajaan sebagai karyawan kaki lima selama 2 tahun, semuanya dilakukan dengan ikhlas dan sabar demi menyambung hidup di perantauan dan berjuang untuk bisa menyelesaikan kuliahnya di Jakarta, karena ayahnya sejak ia Sekolah di Pesantren kelas 3 SMP Sudah Meninggal Dunia dan Ibunya adalah seorang petani di pedalaman Kabupaten Bireun.

Karena tidak ada biaya, ia tinggal di Masjid As-Syukur Permata Hijau-Jakarta, kadang Akmal Bertindak sebagai Imam di masjid As-Syukur Permata Hijau, di Masjid ia Belajar bagaimana tata cara hidup yang baik dan lemah lembuh dengan sesama, namun ia juga belajar bagaimana kerasnya kehidupan di pasar, statusnya sebagai santri cepat bisa menyesuaikan diri dan tidak merasa gengsi keluar masuk pasar, Masjid As-Syukur Permata Hijau dan pasar kebayoran lama menjadi saksi sejarah perjuangan bagi seorang Akmal Rusli.

Baca Juga:  Kisah Imam Syafi’i Berguru ke Imam Malik di Madinah

Akmal semasa kuliah bersatus seorang Mahasiswa, Imam Masjid dan juga seorang karyawan kaki lima di pasar, ia Bersyukur bisa belajar arti kehidupan yang sesungguhnya, Bahwa dalam menjalani kehidupan ini selalu ada kemudahan di balik kesulitan.

Berikut Biodata Singkat Sosok Akmal Rusli

Nama Lengkap : Akmal Rusli
Tempat Lahir : Bireuen,Provinsi Aceh.
Tanggal Lahir : 1 September 1995.

Pendidikan :

1.SD-Selamatkan Tunas Bangsa (STB Boarding School) Tahun 2005.

2.SMP-Pesantren Modern Darul Hijrah,Tahun 2006-2009.

3.SMA-Pesantren Darul Hijrah,Tahun 2009-2012.

4.Pesantren Al Fityan,Tanggerang-Provinsi Banten,Tahun 2013.

5.S-1 Fakultas Tarbiyah, Universitas An Nuaimy Jakarta,Tahun2014-2016.

Karir :

1.Wakil Pimpinan Pesantren Istana Mulia Serang-Banten,Tahun 2017-2019.

2.Menejer Istana Mulia Tahfizh Academy (IMTA),Tahun 2017-2019.

3.ketua Dewan Pembina Badan Eksekutif Santri Terpadu (BEST) Pesantren Istana Mulia,Tahun 2017-2019.

4.Guru Tahfizh Al Quran TK IT Al Husna,SD IT Al Husna,Dan SMP IT Al Husna kab.Sukabumi-Jawa Barat,Tahun 2016.

Pengalaman Organisasi :

1.Vice President OIC Youth Indonesia (Pemuda OKI),Tahun 2019-2024.

2.Juru Bicara Lembaga kemanusiaan Eddie Foundation,Tahun 2020.

3.Wakil ketua DPP ASPRINDO Bidang Hubungan Luar Negeri dan Perdangangan Antar Negara.

4.Co-Founder Nasional Halal Trevelel Club,Tahun 2020.

5.ketua PB SEMMI Bidang Politik dan Hubungan Luar Negeri,Tahun 2018-2020.

6.Pendiri dan Pembina Himpunan pengusaha Muda Indonesia perguruan Tinggi (HIPMI PT) Lipia-Jakarta,Tahun 2019.

7.Aktivis HMI Cabang Jakarta Selatan,Tahun 2018. (Red)