Sosok Perempuan Inspiratif, Anak Pedagang yang Mampu Jadi Pengusaha Sukses di Nasional

LINTAS NASIONAL – JAKARTA, Siapa yang tidak kenal dengan Dr (Cn) Hj Rizayati SH MM pengusaha sukses asal Aceh di Nasional yang juga penggagas Indonesia Terang.


Selain itu ia juga dikenal dengan gerakan sosial yang digelutinya serta mampu menyediakan ribuan lapangan kerja dengan membangkitkan UMKM masyarakat kelas bawah.

Hj. Rizayati juga merupakan Owner PT Imza Rizky Jaya (IRJ) Group, salah satu perusahaan multinasional yang berkantor di Jakarta, perusahaan yang dipimpinnya sejak 2 tahun terakhir berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi di tingkat nasional dan Internasional.

Perempuan yang dalam keluarga besarnya akrab disapa Kak Dek ini lahir di Kuta Baro (Bireuen), 1 September 1984. Hj Rizayati merupakan anak kedua dari lima bersaudara pasangan Abi Razali (almarhum) dan Ummi Khamsiah.

Ayah Kak Dek berprofesi sebagai pedagang dan ibunya bertugas sebagai guru pada salah satu sekolah negeri di lingkungan tempat tinggalnya.

Kakak tertuanya bernama Syahrizal dan sudah meninggal dunia saat tsunami menerjang Aceh pada tahun 2004 lalu. Sementara adik-adik yang masih mengisi hari-hari Kak Dek dengan canda dan tawanya adalah Rukayyah, Raisa, dan Muhammad Arif. Ketiganya kini tinggal di Aceh bersama sang iu yang sudah memasuki usia senja. Sedangkan Hj Rizayati tinggal di bilangan Jakarta untuk menapaki karier bersama suami dan buah hati tercintanya.

Dalam hal pendidikan, Kak Dek menempuh pendidikan dasar hingga menengah di tanah kelahirannya Bireuen, yang mulai dari SD Negeri 6 Kuala, SMP Negeri 4 Kuala, dan SMU Negeri 1 Peudada. Sementara untuk pendidikan tinggi, Hj Rizayati meraih gelar Sarjana Hukum (SH) di perguruan tinggi swasta ternama Budi Luhur pada tahun 2014. Sementara Magister Manajemen (MM) dikhatamkan Kak Dek di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia School of Management (ISM) Tangerang dan diwisuda sebagai salah seorang lulusan terbaik pada tahun 2016. Saat ini, Hj Rizayati adalah kandidat Doktor dalam Bidang Ekonomi Manajemen pada Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta.

Perempuan bergelar Srikandi Cut Nyak Cahaya Jeumpa tersebut menikah pada tahun 2004. Lelaki beruntung yang mempersunting Hj Rizayati adalah Imran bin Abdul Hamid atau yang akrap disapa Bang Im. Pria kelahiran Ulee Gle, Kabupaten Pidie Jaya, ini begitu setia menemani Kak Dek dalam suka dan duka, bahagia, maupun nestapa. Bagi Kak Dek, Bang Im adalah pendamping sekaligus teman hidup yang tidak terbagi, serta sosok yang memberi motivasi, menasehati, dan menemukan solusi dalam setiap hal.

Sehingga Kak Dek berkata “dialah suami dan imam yang menuntun-ku ke syurga.” Dari hasil pernikahan Kak Dek dan Bang Imran sudah dikaruniai empat anak yang menjadi ‘cahaya mata’ mereka yaitu Muhammad Dimas Juanda Putra, Devi Julia Putri, Deiya Anggarini, dan Muhammad Fayrel Attarizki.

Sukses dalam dunia pendidikan dan mapan merawat keluarga di tengah kesibukannya, Hj Rizayati juga berhasil atau berprestasi di dunia organisasi. Hal itu terlihat dari posisi yang pernah ditempati Kak Dek. Seperti Waketum Dewan Pimpinan Pusat Jaringan Laskar NusaBangsa (JLN) pada 2016-2019, Waketum Mutiara Bangsa (2018-2019) yang diketuai Ny Iriana Joko Widodo, Bendahara Umum DPP Jokowi Ma’ruf Amin, Direktur Kampanye TKD Jawa Barat Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin 2018-2019, Caleg DPR RI dari Partai NasDem, dan Ketua Umum DPP Partai Indonesia Terang (PIT).

Dalam meniti karier di bidang politik, 2019 menjadi tahun bersejarah bagi Kak Dek. Sebab, saat itu ia mulai terjun dalam dunia politik praktis yaitu menjadi salah seorang Caleg DPR RI dari Partai NasDem Dapil Jawa Barat V (Kab Bogor). Hj Rizayati terjun dalam dunia politik praktis karena inginberbuat lebih dari sekedar apa yang sudah diperbuat saat ini kepada rakyat Indonesia melalui yayasan dan kegiatan sosial.

Apa yang sudah dilakukan Kak Dek selama ini tentu terbatas pada ruang tertentu saja. Tapi, politik bisa membuat keputusan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia secara kolektif. Melalui perjuangan politik, Hj Rizayati berharap bisa berbuat lebih yang manfaatnya bisa menyentuh setiap ruang kehidupan rakyat Indonesia. Ini pula yang mendorong Kak Dek memprakarsai lahirnya Partai Indonesia Terang (PIT). Partai ini diharapkan dapat mewarnai wajah perpolitikan Indonesia di masa mendatang atau sejak Pemilu 2024 nanti.

Ditengah keaktifannya dalam sejumlah organisasi sosial, dalam diri Kak Dek juga mengalir ‘darah pedagang’ dari sang ayah yang meninggal dunia pada tahun 2002 silam. Buktinya, Hj Rizayati memiliki sejumlah warung mi Aceh di Jakarta, Bekasi, dan Bandung, serta usaha ayam goreng di Aceh. Kak Dek juga menekuni usaha properti melalui dua perusahaan raksasa yang dimilikinya yakni PT Imza Rizki Jaya (IRJ) dan anak perusahaan PT Defa Dirgantara Jaya.

Bahkan, kini kedua perusahaan tersebut sudah menjadi mitra kerja Pemerintah RI. Dimana, perusahaan Kak Dek berhasil mengerjakan ratusan proyek pemerintah di berbagai wilayah Indonesia sesuai dengan spesifikasi. Karena itu, perusahaan itu tak jarang mendapat apresiasi dari pemerintah. Kegiatan tersebut antara lain program rumah bersubsidi dari pemerintah, renovasi rumah tidak layak huni, bantuan untuk rumah ibadah, pengadaan kapal nelayan, sumur bor, jalan tol, pengadaan ATK perkantoran, dan buku-buku pendidikan.

Perusahaan Hj Rizayati juga dipercayakan oleh pemerintah untuk mengerjakan proyek-proyek besar seperti jalan tol Sumatera Utara, Manado, Surakarta, Yogyakarta, Solar Sell (PJU-TS), serta perbaikan, pengecoran, dan pengaspalan jalan. Di bawah kendali Kak Dek pula, PT IRJ sudah banyak membangun kemitraan dengan pengusaha luar negeri untuk mengerjakan program strategis di Indonesia seperti Jepang, Korea, Malaysia, Turki, Dubai, dan Rusia.

Atas berbagai keberhasilan yang dicapai, tak heran bila ibu empat anak ini menerima penghargaan dari sejumlah pihak sebagai bentuk apresiasi terhadap Kak Dek.

Penghargaan itu di antaranya Raja Salman Awards (2017), PT Primer Abadi Sejahtera Awards (2016), PWI Awards (2018), Kemendes Awards (2018), KOPJA GANTI Awards (2018). Selain itu, Hj Rizayati juga dianugerahi gelar Ratu Kasundaan (2018) dari komunitas kebudayaan masyarakat Sunda di Bogor, Srikandi Cut Nyak Cahaya Jeumpa yang disematkan oleh ulama kharismatik Aceh, Tgk H Muhammad Amin Mahmuh (Abu Tumin) Blang Bladeh, Bireuen, dan Datin Sri oleh Komunitas Martabat Jalinan Muhibbah Malaysia (MJMM) Selangor, Malaysia.

Tak hanya itu, sepanjang tahun 2020, Hj Rizayati juga menerima empat penghargaan bergengsi nasional dari berbagai lembaga lain serta satu penghargaan pada tahun 2021.

Kelima penghargaan itu diterima dari Seven Media Asia di Bali untuk kategori “Indonesian The Best Innovative Figure Awards 2020,” A+ Creative di Yogyakarta untuk kategori “The Most Excellent Lighting Contractor Company & Service Excellent,” Venna Event Management di Jakarta untuk kategori “Best National Achievement Prestigious Awards 2020,” Mediatama Awards Management di Jakarta untuk kategori “Most Innovative Women Awards 2020,” serta Women Awards Center untuk kategori “Star Women in Entrepreneur 2021.”

Meski sibuk dengan berbagai kegiatan di perusahaannya PT IRJ dan Partai Indonesia Terang (PIT) yang dideklarasikan beberapa waktu lalu, Hj Rizayati tentu tak pernah lupa untuk melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat kelas menengah ke bawah baik di Aceh maupun sejumlah provinsi lain di Indonesia. Sebab, bagi Kak Dek, menolong antarsesama merupakan hal yang tak boleh diabaikan.Terus berkarya Ibu Rizayati! (Red)