Terduga Penggelapan Dana BUMG di Bireuen Melarikan Diri

Camat Jangka, Alfian S.Sos

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Dugaan penyelewengan Dana Modal Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Mandiri Bersama, Gampong Alue Bayeu Utang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen sudah menjadi temuan pihak Kecamatan ketika melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) pada 2023 lalu.

Demikian disampaikan Camat Jangka, Alfian S,Sos saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Rabu siang 2 Juli 2025, ia mengatakan awalnya temuan dugaan penyelewengan Dana Modal BUMG Gampong Alue Bayeu Utang mencuat pada 2023.

Pihak Kecamatan beserta pemerintah Gampong telah memberikan penangguhan agar dana yang telah dipakai untuk kepentingan pribadi itu segera dikembalikan.

“Kami selalu mengingatkan dan menegur yang bersangkutan ketika masa tangguh pembayaran akan tiba,” kata Alfian.

Ia mengatakan, masalah dugaan penyelewengan dana modal BUMG tersebut telah lama di mediasi dan mencari titik temu. Pihak Kecamatan akhirnya memanggil semua pemerintah gampong dan lembaga Peutuha Peut.

Dalam pertemuan tersebut, tambah Alfian, lahirlah surat pernyataan yang ditandatangani Miftahuddin M Ali beserta seluruh pengurus BUMG Gampong Alue Bayeu Utang.

“Kami bersama pemerintah gampong setempat telah menempuh banyak cara untuk mencari solusi terkait masalah itu. Namun, yang bersangkutan kini tidak berada lagi di Gampong,” katanya.

Setahu Alfian, setelah masalah itu muncul, Miftahuddin kerap tidak berada di Gampong. Yang bersangkutan sering berada di luar daerah. Kadang di Jakarta, kadang juga di Pekanbaru.

“Hampir beberapa kali kami telah berusaha mencari solusi untuk masalah ini. Namun, kami lihat jalannya makin hari makin buntu,” ujarnya.

Sejauh ini, sambung Alfian lagi, permasalahan ini belum ada solusinya, namun yang bersangkutan selalu berkata akan membayar dana modal BUMG yang telah dipakai untuk kepentingan pribadi itu.

“Mungkin sebelum tahun 2023, dana modal tidak ditransfer dari rekening desa ke rekening BUMG. Karena tidak ada bukti ketika kami minta,” tuturnya.

Alfian menjelaskan, duduk persoalannya karena pemerintah desa tidak mentransfer uang ke rekening BUMG, tetapi dikasih secara cash kepada mantan direktur BUMG tersebut.

“Aturannya, dari rekening desa di transfer ke rekening BUMG”, tuturnya

Sementara itu, ditemui terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Munirwan mengaku tidak tau apa-apa terkait dugaan penyelewengan dana Modal BUMG Mandiri Bersama yang dilakukan mantan direktur BUMG Miftahuddin M Ali senilai kurang lebih Rp. 290.225.000.

Menurut Munirwan, proses penyertaan modal untuk BUMG Mandiri bersama telah dianggarkan kurang lebih Rp. 360.000.000 kurun waktu tiga tahun. Mulai dari 2020 sampai 2023. Tetapi hal itu tidak lahir di Musrembang Desa.

“Penyertaan modal muncul kemudian dalam Anggaran Pendapat Gampong. Dibuat sendiri oleh Miftahuddin M Ali,” kata Munirwan

Namun, setahu Munirwan, penyertaan modal untuk BUMG tidak ditransfer langsung ke rekening BUMG, tapi dikasih secara cash oleh mantan Keuchik Muda Balia kepada Miftahuddin M Ali setelah penarikan Dana Desa (DD) ditarik dari Bank.

Sebagai sekdes ia mengaku tidak pernah diberitahukan oleh mantan Keuchik ketika melakukan penarikan uang desa di Bank.

“Karena, setelah dana desa ditarik dari bank, Keuchik langsung menyerahkan dana tersebut kepada Miftahuddin, sudah macam uang pribadi,” terangnya.

Selain itu, kata Munirwan lagi, semua dana desa yang ditarik baik DD maupun dana modal BUMG langsung diserahkan kepada Miftahuddin oleh mantan Keuchik.

“Karena waktu penarikan tidak dijelaskan dengan rinci kepada kami,” imbuhnya.

Selain menjabat direktur BUMG, tambah Munirwan, Miftahuddin juga merupakan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Gampong. Bahkan juga merangkap sebagai Tuha Lapan.

Hal yang sama juga diungkapkan Kaur Keuangan, Saifuddin yang mengaku tidak tahu Dana Desa yang ditarik itu untuk kebutuhan apa. Karena mantan Keuchik tidak pernah menjelaskan setiap Dana Desa yang ditarik dari bank diperuntukan ke mana saja.

“Setiap penarikan dana desa, mantan Keuchik langsung menyerahkan uang kepada Miftahuddin. Hal itu saya lihat sendiri. Bahkan langsung diserahkan di depan kantor bank,” akunya (AZ)