Terkait Perekaman Santri saat Mandi, Yayasan Almuslim Minta Korban Melapor

 

LINTAS NASIONAL – BIREUEN,  Direktur Yayasan Almuslim Iswan Fadlin mengklarifikasi terkait Dugaan pelecehan yang terjadi terhadap sejumlah santri di Pesantren Terpadu Al Muslim, Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Hal itu disampaikan Iswan saat jumpa pers dengan sejumlah wartawan di Sekretariat yayasan Al Muslim pada Rabu 1 September 2021, Iswan membenarkan bahwa pernah terjadi perekaman terhadap sejumlah santriwati, saat para santri sedang mandi.

“Iya benar, kejadian itu terjadi sudah lama dan terbongkar pada April 2020 lalu, pelakunya diduga berasal dari luar yayasan dan direkam melalui HP jenis Android,” ujar Iswan Fadlin

Iswan mengungkapkan setelah terjadi perekaman, pelaku mengirimkan Video dan foto ke santri yang menjadi korban.

Menurut Iswan, pihak Pesantren telah melaporkan kepada Polres Bireuen, namun menolak laporan pihak Pesantren.

“Polres menolak laporan kami, karena bukan pihak korban langsung yang melapor,” ungkap Iswan.

Kata Iswan, pihak Pesantren sudah mencoba menfasilitasi pihak orang tua korban untuk membuat laporan ke Polisi namun mereka menolaknya.

“Mereka mundur karena ada ketakutan mental anaknya Down,  jadi menolak melaporkannya ke pihak berwajib,” kata Iswan.

Sementara itu Ketua Yayasan Almuslim Tgk. H. Munawar Yusuf didampingi Pembina Yayasan Almuslim Rusyidi Mukhtar (Ceulangik) mengatakan mereka secara terbuka meminta pihak korban agar bersedia melaporkannya.

“Kalau ada silahkan difasilitasi pihak korban agar mau melaporkan kasus itu,” Kata Tgk. Munawar

Pihak Yayasan menginginkan kasus tersebut terungkap siapa pelakunya agar tidak mencemarkan nama baik tempat pendidikan.

“Harus diusut siapa pelakunya agar tidak menjadi isu liar di masyarakat. Jika ada orang tua korban mau melapor, kami akan menfasilitasinya,” ujar Tgk. Munawar. (M. Reza)