Kondisi Desa Salah Sirong, 64 Rumah Hilang hingga Jalur Akses Putus Total

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Kondisi Desa Salah Sirong Jaya Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen sangat memprihatinkan setelah dihantam banjir beberapa waktu lalu, 64 Rumah hilang dibawa Banjir, 100 Rumah berpotensi hilang.

Pantauan media ini pada Jumat 5 Desember 2025, jalan menuju Desa terpencil tersebut 6 KM hilang dibawa Banjir dan sudah jadi sungai, untuk menembus Gampong Salah Sirong harus melewati jalan setapak melewati perkebunan sawit dan tidak bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda Empat.

Desa yang yang terletak 16 KM dari pusat Kecamatan Jeumpa tersebut benar-benar terisolir setelah dihantam banjir, Keuchik Salah Sirong Yusri Ar kepada media ini mengatakan puncak banjir dan longsor terjadi pada Rabu 26 November 2025 lalu.

“Kami tidak prediksi terjadi banjir dan longsor tiba-tiba, warga hanya sempat menyelamatkan diri sementara harta benda dan seisi rumah hanyut dibawa air,” ujar Keuchik Yusri yang didampingi Ketua APDESI Bireuen Bahrul Fazal

Akibat hantaman banjir tersebut kata Yusri, 64 Rumah hanyut dibawa air dan ratusan Hektar perkampungan sudah jadi sungai, listrik dan jaringan komunikasi putus total.

“64 rumah beserta tanah hilang dibawa air, sementara sekitar 100 Rumah lainnya tidak bisa ditempati lagi karena sudah berpotensi tergerus sungai yang makin hari terus melebar,” tutur Keuchik Yusri

Pria yang akrab disapa Pawang Kabaree tersebut menyebutkan 1.300 jiwa dari 285 Kepala Keluarga (KK) harus tinggal di Posko Pengungsian.

“Semua masyarakat mulai mengungsi sejak Rabu 26 Desember 2025 lalu, 1.300 jiwa termasuk anak-anak dan balita tersebar di Tiga Titik posko Pengungsian,” imbuhnya

Kondisi masyarakat yang tinggal di pengungsian saat ini sudah mulai terserang penyakit seperti gatal-gatal, Ispa, batuk, pilek, sementara persediaan obat-obatan menipis.

“Warga di pengungsian sudah mulai terserang penyakit, untuk Petugas kesehatan stanbay sejak hari pertama terjadi pengungsian, namun obat-obatan sangat kekurangan dan banyak yang tidak tersedia, kami disini sangat membutuhkan tenaga dokter,” sebut Pawang

Sementara itu Camat Jeumpa, Rusli yang ditemui di Gampong Salah Sirong menyebutkan, pihaknya bersama Kapospol Jeumpa terus memonitor kondisi pengungsi di Daerah terisolir tersebut, seperti kebutuhan pangan maupun kondisi rumah warga yang berpotensi digerus sungai.

“Untuk kebutuhan makan pengungsi masih tersedia stok untuk Lima hari kedepan, selain pasokan dari Pemkab Bireuen pengungsi di Salah Sirong Jaya juga memperoleh bantuan sembako dari pihak-pihak Lembaga dan donatur lainnya,” ungkap Camat Rusli yang didampingi Kapospol Jeumpa Ipda Abdullah

Kendala yang dialami untuk memasok bahan pangan dan lainnya karena putusnya jaringan komunikasi dan sulitnya Medan yang ditempuh untuk sampai ke Salah Sirong.

“Untuk sampai ke Salah Sirong harus menempuh jalan setapak melewati perbukitan dan menggunakan motor Trail, karena jalan utama hilang total digerus sungai hingga memakan waktu hampir 3 jam untuk sampai ke lokasi,” tutur Camat Rusli

Di Daerah tersebut ada Dua Desa yang masih terisolir akibat dihantam banjir yakni Gampong Alue Limeng dan Salah Sirong, kedua Desa itu sangat sulit diakses dalam menyalurkan logistik.

“Kami berharap dalam beberapa hari kedepan pihak Pemkab bisa membuka akses transportasi menuju Desa Alue Limeng dan Salah Sirong agar mudah diakses oleh masyarakat dan mudah menyalurkan logistik,” pungkas Camat Rusli (AN)