LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Hunian Tetap (Huntap) untuk 45 korban banjir di Alue Kuta Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen mulai dibangun pada Kamis 12 Maret 2026
Ground Breaking atau peletakan batu pertama dihadiri langsung oleh Direktur DT Peduli, Jajang Nurjaman, Bupati Bireuen diwakili oleh Asisten I Mulyadi SH, MH, Kadis Perkim Bireuen Ir. Fadli, Kadis DPMPTSP Ritahayati, Kadis Pendidikan Dayah Anwar S.Ag Rektor Universitas Al Muslim Dr. Marwan sejumlah Stackholder dan ratusan masyarakat sekitar.
45 Huntap untuk penyintas banjir di Desa Alue Kuta dibangun oleh Lembaga DT Peduli bekerjasama dengan Pemkab Bireuen dan sejumlah Lembaga sosial kemasyarakatan lainnya, pembangunan Huntap untuk korban banjir menjadi langkah nyata dalam upaya pemulihan pascabencana sekaligus memberikan kepastian tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi para korban.
Direktur DT Peduli Jajang Nurjaman menyampaikan, kehadiran pihaknya di Bireuen dalam rangka menyalurkan titipan bantuan dari masyarakat Muslimin Indonesia yang memiliki rasa peduli dan rasa kasih sayang kepada masyarakat korban banjir.
“Rasa sayang itu kami wujudkan sesuai dengan yang dibutuhkan disini yaitu pembangunan rumah Hunian Tetap (Huntap), kami tidak berjalan sendiri yaitu dibantu oleh para Akademisi dari ITB dan Universitas Al Muslim memberikan rumah dalam bentuk desain panggung dan berdasarkan penelitian dan kajian keilmuan,” ungkap Jajang
Kata Jajang 45 unit Huntap berbentuk rumah panggung dibangun diatas lahan seluas 6.500 Meter sudah melewati kajian akademis dengan menggandeng ahli arsitektur dari ITB dan Universitas Al Muslim yang ditargetkan akan selesai dalam waktu 6 bulan kedepan.
“Ditargetkan akan selesai dalam waktu 6 bulan dan dibangun dalam Dua Tahap, untuk tahap pertama akan dibangun 25 Unit dan Tahap kedua akan dibangun 20 Unit dengan ikhtiar rasa aman, nyaman dengan memperhatikan aspek ketahanan terhadap potensi bencana,” tutur Jajang
Ia berharap Desain Rumah Panggung Tetap tersebut dapat bertahan selama-lamanya hingga 100 tahun dan akan jadi cagar budaya kedepannya.
“Luasnya rumah yang dibangun 6 x 6 dengan bentuk panggung setinggi 2 Meter, jumlah luasnya mencapai 72 Meter, kita berharap kawasan ini menjadi contoh permodelan bagi daerah lain, pembangunannya juga do koordinir oleh ahli dari Sukabumi,” lanjut Direktur DT Peduli
Sementara itu Bupati Bireuen melalui Asisten Satu Bidang Pemerintahan Mulyadi SH, MH menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap ini merupakan bentuk komitmen pemerintah bersama Lembaga DT Peduli untuk mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
“Kami manyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada DT Peduli dan Para Donatur dan semua pihak yang telah berinisiatif dalam membangun rumah Hunian Tetap bagi korban banjir dan longsor di Desa Alue Kuta,” ujar Mulyadi
Menurut Mulyadi, Bantuan ini bukan hanya sekedar tempat Tinggal tetapi juga tempat membangun harapan, ketenangan dan masa depan.
“Yang paling penting bagaimana membangun harapan dan memperbaiki masa depan bagaimana menghidupkan keluarga agar lebih baik kedepan, pembangunan Huntap ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam upaya membantu korban bencana untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak,” imbuh Mulyadi
Pemerintah Kabupaten Bireuen menyambut baik dan mendukung penuh terhadap kegiatan sosial yang dilakukan oleh para lembaga Sosial, LSM dan para donatur lainnya dalam memulihkan kondisi pasca bencana banjir dan longsor.
“Pemkab Bireuen juga nantinya akan melengkapi kawasan hunian ini dengan sarana dan prasarana pendukung seperti akses jalan, jaringan air bersih, dan fasilitas umum lainnya guna menunjang kehidupan masyarakat di lingkungan baru,” tutur Asisten I
Mereka berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga mereka dapat segera memiliki tempat tinggal yang lebih layak setelah sebelumnya harus tinggal sementara di tempat pengungsian maupun hunian sementara.
Dengan dimulainya ground breaking ini, Mulyadi berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih cepat serta mampu mengembalikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara bertahap.
“Pembangunan 45 unit Rumah Huntap ini diharapkan dapat selesai sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan sehingga para korban banjir dapat segera menempati rumah baru,” pungkas Mulyadi (AN)








