
LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Pada Rabu, 4 Maret 2026, Suasana hangat menyelimuti Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku, saat program pemberdayaan penenun diresmikan. Peresmian itu merupakan bagian dari program CSR PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) yang menggandeng Insan Bumi Mandiri (IBM), sebagai mitra implementor untuk memperkuat kapasitas penenun sekaligus membuka ruang regenerasi bagi generasi muda di Ambon.
Tenunin Ambon menjadi kelompok pemberdayaan ke-9 dari tujuh lokasi, setelah sebelumnya hadir di Alor pada 2018, Sumba Timur pada 2020, Ende pada 2021, Belu pada 2022, Sikka pada 2023, dan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat pada 2024. Program tersebut telah berjalan sejak Juni 2025 melalui berbagai pendampingan dan penguatan kelompok penenun di Desa Tawiri.
Peresmian Tenunin Ambon dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ambon, CEO Tenunin, Manager Program IBM, Ketua Dekranasda Provinsi Maluku dan Kota Ambon, serta sejumlah Kepala Dinas dan pemangku kepentingan daerah lainnya.
Kehadiran para pihak tersebut menjadi pertanda, bahwa dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan tenun sebagai identitas budaya sekaligus sumber penghidupan masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT SMI dan Insan Bumi Mandiri atas inisiatif program ini. Kehadiran Tenunin Ambon sangat penting untuk mendorong regenerasi penenun muda, bahkan kini banyak anak muda termasuk laki-laki yang mulai menenun,” kata Sekda Kota Ambon, Robert Sapulette, ST., MT., saat peresmian Tenunin Kota Ambon.
Robert Sapulette mengaku, Pemerintah Kota Ambon siap mendukung dan bersinergi untuk mengembangkan tenun di Ambon.
Sementara itu, program pemberdayaan yang menghadirkan sentra produksi dan galeri tenun bagi para penenun Ambon, dilakukan melalui berbagai kegiatan penguatan, mulai dari bantuan alat tenun, kaderisasi penenun muda, riset dan pengembangan produk berbasis pewarna alami, hingga pelatihan literasi keuangan dan pemasaran.
“Semoga sentra tenun ini tumbuh menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi, bagi budaya, dan bagi generasi yang akan datang. Terima kasih atas kepercayaan dan kolaborasi yang terbangun dari semua pihak,” ujar Anggara Sutisna selaku CEO Tenunin.
Bagi para penenun Ambon yang telah lama menekuni tenun, peresmian program Tenunin ini memberikan makna dan momen yang berarti. Dukungan yang diberikan berbagai pihak dengan mengadakan sentra tenun membuka semangat baru bagi pegiat tenun di Ambon untuk lebih semakin semangat melestarikan tenun Ambon.
“Saya sudah memulai menenun di Ambon sejak tahun 1990, dan kami termasuk orang yang memulai perkembangan tenun di Kota Ambon ini. Sentra ini menjadi yang pertama hadir di Ambon. Semoga dengan banyaknya bantuan dan kegiatan ini, tenun kami bisa semakin maju,” Yohana Sambonu selaku penenun.
Melalui program CSR ini, PT SMI bersama IBM berupaya memastikan bahwa tenun dapat berkembang sebagai warisan budaya sekaligus sebagai sumber ekonomi yang berkualitas. Tenunin Ambon diharapkan menjadi ruang kolaborasi, pembelajaran, dan harapan baru bagi para penenun serta generasi muda yang ingin melanjutkan tradisi dengan inovasi. [] (red/hal)














