
LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Daerah Istimewa Yogyakarta menanam 700 pohon Giri Matang atau jeruk Pamelo varietas Giri Matang di Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Bireuen, Aceh, pada, Senin, 7 September 2026.
Penanaman Giri Matang tersebut merupakan program revitalisasi komoditas Jeruk Pamelo dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana banjir Aceh, yang digagas MDMC dibawah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penanaman Jeruk Pamelo tersbebut dihadiri Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Ismunandar ST., M.T.
Pada kesempatan itu, Sekda Ismunandar yang mewakili Bupati Mukhlis menyampaikan bahwa, kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk penilaian dan penghargaan tinggi atas kerja keras para relawan, dan pengurus Muhammadiyah dalam rangka membantu masyarakat terdampak bencana banjir di Bireuen.
“Ini suatu bukti kepedulian Pemerintah Kabupaten Bireuen terhadap program atau kegiatan rehabulitasi paska bencana. Ini suatu penghargaan dan penilaian yang tidak bisa diukur,” ujar Ismunandar.
Sekda Ismunandar menambahkan, karena besarnya dampak positif dari program yang dijalankan relawan MDMC DIY, maka Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap, agar kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut.
“Pemkab Bireuen mengundang Pengurus Muhammadiyah DIY maupun Pusat untuk kembali membawa program-program pemberdayaan masyarakat ke Kabupaten Bireuen,” ajak Ismunandar.
Ismunandar mendorong Pengurus Muhammadiyah D.I. Yogyakarta dan pengurus Muhammadiyah Pusat agar memperhatikan dan membantu program-program pemulihan paska bencana di Kabupaten Bireuen.
“Kita sangat welcome. Jadi ayo bawa program, bawa kegiatan, bawa contoh yang baik bagi kami masyarakat Aceh, khususnya Bireuen,” seru Sekda Ismunandar.
Kata Ismunandar, Pemerintah Kabupaten Bireuen juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim MDMC dan Pimpinan Muhammadiyah atas kontribusi dalam proses pemulihan pasca bencana di Bireuen.
Sementara itu, Keuchik Gampong Pante Lhong, Murizal Haryanto, mengatakan pengembangan Jeruk Pamelo (Giri Matang) menjadi tumpuan ekonomi bagi masyarakat di tengah keterbatasan lahan sawah dan kerusakan irigasi pascabencana.
“Para petani mengharapkan intervensi konkrit dari pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan terhadap program stimulan serta rehabilitasi sektor pertanian,” sebut Murizal.
Kata Murizal, dukungan tersebut sangat penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan lokal, sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani Bireuen. [] (Rahmad Maulida)















