LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Gatot Sukmara, ST., MT, didampingi Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T. bersama Unsur Forkopimda beserta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Ir. Zulkarnaini, S.P., S.T.,M.Si. dan jajaran PJN Wilayah 1 Aceh melakukan Open Traffic (Uji Coba Pembukaan Jalur Bagi Lalu Lintas Umum Secara Langsung) Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, pada Sabtu, 20 September 2026.
Komitmen dan peran aktif Bupati Bireuen dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pasca bencana kembali dibuktikan melalui koordinasi intensif dan pengawalan langsung kepada pemerintah pusat, sehingga pembukaan jembatan yang menjadi urat nadi lintas timur ini dapat segera terwujud.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Bireuen, Dandim 0111/Bireuen, Kapolres Bireuen, perwakilan Kajari Bireuen, Sekda Bireuen, Ketua PN Bireuen, jajaran PJN wilayah 1 Aceh, para Kepala SKPK terkait di lingkungan Pemkab Bireuen, Dinas PUPR Kabupaten Bireuen, tokoh masyarakat Kecamatan Kuta Blang, Keuchik dari dua desa, unsur TNI/Polri, Kejati, Dinas Perhubungan, serta kontraktor pelaksana PT Adhi Karya.
Dalam sambutannya, Direktur Jembatan Kementerian PU menyampaikan bahwa Jembatan Kutablang yang baru telah memenuhi kaidah teknis dari segi desain, konstruksi, mutu, serta telah lulus uji beban. Oleh karena itu, jembatan sudah siap dilakukan open traffic, yaitu uji coba pembukaan jalur bagi lalu lintas umum secara langsung.
“Pembukaan jembatan baru ini dilakukan untuk mengalihkan arus lalu lintas dari Jembatan Kutablang yang lama. Pembangunan jembatan yang lama masih akan dilanjutkan dan diselesaikan untuk memperlancar arus logistik dan transportasi,” ujar Gatot Sukmara
Direktur Jembatan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya kepada Bupati Bireuen H. Mukhlis, atas dukungan dan sinergi Pemkab Bireuen, serta kepada TNI, Kejati, Kepolisian, Perhubungan, dan apresiasi khusus kepada masyarakat Aceh atas kesabarannya.
“Kita berharap kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset jembatan ini karena peran pentingnya sebagai urat nadi jalan nasional di lintas timur,” lanjutnya
Selanjutnya, Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, S.T. menegaskan bahwa kehadiran Jembatan Kutablang merupakan hasil dari perjuangan dan koordinasi yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bireuen di bawah kepemimpinannya bersama pemerintah pusat.
“Banjir pada akhir November 2025 telah menyebabkan kerusakan signifikan di Kabupaten Bireuen, dimana terdapat 12 jembatan hancur di sepanjang Krueng Peusangan, mulai dari Peusangan Siblah Krueng Peusangan Selatan hingga Pante Rhue Pante Peusangan, termasuk 4 unit jembatan gantung,” tutur Bupati Bireuen
Atas arahan dan pengawalan Bupati Bireuen, pada tahun ini telah ditangani 3 jembatan, yakni Jembatan Krueng Tingkeum dan Jembatan Teupin Mane yang merupakan kewenangan pemerintah pusat karena menghubungkan jalur Pantai Timur ke wilayah tengah seperti Bener Meriah dan Gayo Lues, serta Jembatan Pante Lhong yang merupakan kewenangan kabupaten yang penanganannya dibantu oleh pemerintah pusat.
“Untuk tahun depan, atas usulan direncanakan pembangunan 3 jembatan lagi, yaitu Jembatan Peusangan-Peusangan Siblah Krueng panjang ±200 meter, Jembatan Ulee Jalan, dan Jembatan Alu Limeng,” imbuh H. Mukhlis
Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri PU Dody Hanggodo, serta seluruh jajaran pemerintah pusat atas gerak cepat dan perhatiannya terhadap infrastruktur di Kabupaten Bireuen.
Sementara itu, Kepala BPJN Aceh Ir. Zulkarnaini, S.P., S.T., M.Si. dalam sambutannya mengumumkan penyelesaian pembangunan/perbaikan Jembatan Krueng Tingkeum yang memiliki bentang panjang kurang lebih 200 meter.
“Jembatan tersebut kini sudah bisa dilewati untuk umum (open traffic). Jembatan ini ditegaskan sebagai jalur penghubung penting yang mendukung arus logistik antara Aceh dan Sumatera,” tutur Zulkarnaini.
Acara dilanjutkan dengan prosesi Peusijuk, doa dan selawat bersama yang dipimpin oleh tokoh adat dan tokoh agama setempat, sebagai ungkapan rasa syukur atas telah selesainya pembangunan jembatan tersebut. (AN)








