LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Gerakan sosial dilakukan lembaga kemanusiaan Eddie Foundation kembali menarik perhatian publik dengan kembali ditemukannya jejak kerajaan di pedalaman Bireuen.
Kali ini, organisasi nirlaba yang ‘dibidani’ master bidang perdamaian dan resolusi konflik Dr (Cn) Teuku Eddy Faisal Rusydi SHI MSc CM CTT (K) melalui Juru Bicaranya Mengutus Tim Khusus untuk menelusuri Jejak Kerajaan Islam di Rawa Gampong Cot Tufah, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen pada Rabu 20 Januari 2021.
Tidak menunggu lama Jubir Eddie Foundation Akmal Rusli setelah mendapatkan Informasi dari warga langsung memimpin tim khusus dan pakar Sejarah terjun ke Rawa Gampong Cot Tufah untuk menelusuri dan melihat langsung Lokasi Penemuan jejak Kerajaan Islam tersebut.
Akmal dan relawan juga ikut dibantu tokoh pemuda dan masyarakat setempat membersihkan batu nisan makam para Raja yang berada di tengah-tengah Rawa diprediksi sudah ada sejak abad ke 15 Masehi.
Salah seorang peneliti sejarah Aceh Khairul Azmi yang juga ikut serta ke lokasi mengatakan batu Nisan yang terdapat di tengah-tengah rawa tersebut di prediksi sudah ada sejak Abad 15 Masehi.
Para Tokoh pemuda gampong Cot Tufah mengapresiasi dan berterimakasih ketika melihat Aksi Jubir dan relawan Eddie Foundation terjun lansung ke Rawa dan Membersihkan makam bersejarah tersebut yang sudah dipenuhi Semak Belukar.
Tokoh muda setempat Munandar dan Muhammad Azmi berharap lembaga Kemanusiaan Eddie Foundation agar memberi perhatian khusus terhadap situs bersejarah itu bahkan anak muda pemuda dan masyarakat setempat sangat menaruh harapan besar kepada lembaga kemanusiaan tersebut.
“Mudah-mudahan kedepan Lembaga Internasional Sekelas Eddie Foundation yang dibidani Oleh Master Perdamaian dan Resolusi Konflik DR. Teuku Eddy Faisal Rusydi Bisa membangun dan Memugar situs bersejarah yang berada di gampong Cot Tufah,” kata Munandar yang diamini oleh Azmi
Eddie Foundation merupakan organisasi nir-laba yang salah satu konsentrasinya adalah pemeliharaan cagar budaya, situs bersejarah, prasasti kuno dan warisan peninggalan keemasan Islam di Aceh dan Nusantara.
Sepanjang Tahun 2020 Eddie Foundation massif dan rutin melakukan ragam kegiatan kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan keagamaan baik di tanah kelahirannya Aceh, luar daerah maupun luar negeri.
Selain aksi sosial yang menyentuh kebutuhan hidup masyarakat, Eddie Foundation juga aktif dalam melestarikan dan menjaga keutuhan sejarah Aceh. Dalam gerakan sosialnya, Eddie Foundation cukup banyak menemukan prasasti kuno di berbagai belahan daerah Aceh yang sering dikunjungi para peneliti maupun sejarawan luar negeri, akan tetapi minus perhatian pemangku kepentingan dalam negeri.
Ini membuktikan bahwa Aceh pernah menjadi pusat peradaban dan pemerintahan dunia era ke 15 atau 16 Masehi.
“Kita tidak boleh melupakan sejarah, sejarah masa lalu adalah cerminan kehidupan di masa mendatang, bangsa besar adalah mereka yang tidak pernah melupakan sejarah pendahulunya,” tutup Akmal Rusli. (AK)








