LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bireuen yang memulai pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir dan tanah longsor, yang secara perdana dimulai di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen pada Rabu 7 Januari 2025
“Pembangunan ini menjadi Huntap perdana di Aceh dan akan dilanjutkan secara bertahap di sejumlah gampong lain yang juga terdampak bencana,” demikian disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Bireuen, Teuku Mirza Saputra,
Ketua HMI menyatakan bahwa keputusan Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk membangun hunian tetap, bukan hunian sementara, merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan kepastian hunian jangka panjang bagi seluruh masyarakat terdampak banjir yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.
“Pembangunan Huntap yang dimulai hari ini di Gampong Balee Panah merupakan langkah awal. Pemerintah daerah telah menyampaikan bahwa pembangunan akan dilanjutkan di desa-desa lain yang juga terdampak bencana, sehingga seluruh masyarakat mendapatkan penanganan secara adil,” ungkap Mirza.
Lanjutnya, berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bireuen menargetkan pembangunan 3.692 unit Huntap bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat dan hilang akibat banjir dan tanah longsor. Sementara total rumah terdampak banjir di Kabupaten Bireuen, baik rusak berat, sedang, maupun ringan, mencapai sekitar 16 ribu unit.
“Pada tahap pertama, pemerintah akan membangun 1.000 unit Huntap yang sepenuhnya didanai oleh BNPB dengan biaya pembangunan sebesar Rp. 60 juta per unit, dari total Huntap yang direncanakan, sebanyak 3.626 unit akan dibangun di 14 kecamatan di wilayah Kabupaten Bireuen. Pemerintah menargetkan pembangunan Huntap dapat rampung dan mulai ditempati masyarakat setelah bulan Ramadan 2026,” sebut Teuku Mirza
Lanjutnya, selain pembangunan Huntap, Pemerintah Kabupaten Bireuen juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH)sebesar Rp. 600 Ribu per bulan yang direncanakan diberikan selama enam bulan kepada masyarakat terdampak banjir.
“Pemerintah juga menyiapkan bantuan perabotan sebesar Rp 3 juta per keluarga, serta bantuan bagi rumah rusak sebesar Rp. 30 juta untuk rusak sedang dan Rp 15 juta untuk rusak ringan,” tutur Ketua HMI Bireuen
HMI Cabang Bireuen menegaskan pentingnya pengawalan bersama agar seluruh proses pembangunan Huntap dan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran, transparan, dan sesuai ketentuan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat terdampak bencana.
Peletakan batu pertama pembangunan Huntap di Desa Balee Panah turut dihadiri Ketua DPRK Bireuen Juniadi, SH., Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen Yarnes, SH., perwakilan Dandim 0111/Bireuen, perwakilan Kapolres Bireuen, Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI (Purn) Yan Namora, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bireuen Doli Mardian, serta jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya. (Red)







