Daerah  

Tanpa Seragam, Siswa SD 5 Peusangan Siblah Krueng Belajar di Tenda Darurat

Suasana siswa dan guru SD N 5 Peusangan Siblah Krueng saat berada ditenda darurat yang diambil pada Senin 5 Januari 2026. Foto : Rahmad Maulida

LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Puluhan Siswa Sekolah Dasar Negeri 5 Peusangan Siblah Krueng, Bireuen terpaksa belajar dibawah tenda darurat, tanpa mengenakan seragam sekolah, pada Senin 5 Januari 2026.

Kondisi itu terjadi, karena rumah sekolah yang mereka tempati sebelumnya mengalami rusak berat dan tertimbun lumpur sisa banjir bandang Krueng Peusangan yang menerjang kawasan itu pada akhir November 2025 lalu.

Kepala SD N 5 Peusangan Siblah Krueng, Mustaqimah mengatakan, siswa disana terpaksa belajar di tenda darurat bantuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, karena rumah sekolah belum bisa digunakan, akibat rusak berat dan tertimbun lumpur.

“Untuk hari pertama tatap muka, kami melakukan trauma healing dan bermain game, agar siswa pulih dari rasa trauma yang dialami,” sebut Mustaqimah.

Mustaqimah menambahkan, 40 siswa di SD N 5 Peusangan Siblah Krueng menjadi korban banjiir bandang yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan.

“Siswa kami berasal dari Gampong Kubu, Teupin Raya, Blang Cirih dan sekitarnya yang seratus persen terdampak banjir bandang,” sebut Mustaqimah.

Mustaqimah mengaku, siswa SDN 5 Peusangan Siblah Krueng sangat membutuhkan seragam sekolah dan alat tulis. Mustaqimah menambahkan, sekolah juga sangat membutuhkan buku bacaan.

“Buku bacaan di perpustakaan dan peralatan sekolah sudah hilang  digerus banjir bandang,” sebut Mustaqimah.

Mustaqimah menuturkan, sekolah tersebut dibangun oleh Unicef pasca Tsunami Aceh 2004 silam. Kata Mustaqimah, sekolah tersebut kini porak-poranda akibat banjir bandang.

“Peralatan sekolah, seperti buku, alat peraga, TV, laptop dan proyektor hilang terbawa arus banjir,” sebut Mustaqimah. []