Hari Pers Nasional Hari Pers Nasional

Pj. Bupati Bireuen Lantik Kadis yang Pernah Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Bansos

Ist

LINTAS NASIONAL – BIREUEN,
Pj. Bupati Bireuen Dr. Aulia Sofyan PhD melakukan mutasi dan mengambil sumpah 6 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 26 Pejabat Administrator dan 16 Pejabat Pengawas/Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen pada Rabu 10 Januari 2024 Oproom Kapuspemkab. Bireuen

Salah satu pejabat yang dilantik diantaranya Mulyadi SE, MM sebagai Kadis Pertanian dan Perkebunan, menggantikan Irwan SP. M.Si, Mulyadi sebelumnya menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum Dan Politik.

Sebelum menjabat staf, Mulyadi merupakan Kepala Dinas Sosial Bireuen yang kemudian dicopot oleh Bupati Muzakkar A. Agani pada 30 September 2021 karena terlibat dugaan kasus korupsi Dana Bansos Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Tahun 2020.

Mulyadi beberapa kali diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Bireuen bersama dengan ratusan penerima Bansos.

Kasus tersebut dihentikan oleh pihak Kejaksaan di tahap penyelidikan karena Mulyadi melalui PPTK Faisal mengembalikan dana hasil dugaan korupsi senilai 100 juta ke kas Daerah.

Hal itu dibenarkan oleh Kasi Intel Kejari Bireuen Fri Wisdom, pengembalian uang 100 juta itu secara tidak langsung pihak Dinsos telah mengakui adanya unsur Korupsi dalam penyaluran dana Bansos UEP.

“Dengan mengembalikan ke kas Daerah, Kadis Sosial secara tidak langsung mengakui terjadi Tindak Pidana Korupsi dalam penyaluran Bansos UEP Tahun 2020,” ujar Dari Wisdom pada Agustus 2021 lalu

Kemudian kasus tersebut dihentikan oleh Kejaksaan kerena dinilai tidak lagi memenuhi unsur Korupsi karena Kadis Sosial dalam hal ini Mulyadi telah melakukan pengembalian kerugian Negara.

Kata Wisdom pihak Dinsos telah mengakui bahwa dilakukan pemotongan dari senilai 400 ribu dari 250 penerima Bansos melalui TKSK.

“Di tahap penyelidikan mereka mengakui melakukan pemotongan dengan dalih pajak 15 persen, padahal sebenarnya itu fee yang disetor untuk Kadis 300 Ribu dan untuk TKSK 100 Ribu,” lanjut Wisdom

Penghentian kasus dugaan Korupsi Dinsos saat itu menuai protes dari sejumlah LSM dan mahasiswa, sehingga terjadi aksi unjuk rasa di Depan Kantor Bupati dan Kejaksaan.

Pada Agustus 2021 puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bireuen (AMB) menggelar aksi unjuk rasa menuntut Bupati Bireuen mencopot Kadinsos yang saat itu dijabat Mulyadi.

Mahasiswa juga menandatangani Petisi mosi tidak percaya terhadap Bupati Bireuen Muzakkar A Gani dan Kejaksaan Negeri Bireuen yang dijabat oleh Plt. Mangantar Siregar.

Banyak pihak menyayangkan sikap Pj. Bupati Bireuen karena kembali melantik Mulyadi sebagai Kepala Dinas, bahkan kali ini Mulyadi diberikan jabatan di Dinas basah.

Publik menduga mutasi di awal Tahun 2024 ini sarat kepentingan, malah meloloskan pejabat yang pernah terlibat kasus Korupsi.

Sementara itu media ini belum mendapat respon dari Pj. Bupati Bireuen Aulia Sofyan terkait pengangkatan Mulyadi sebagai Kadis Pertanian dan Perkebunan, Pj. Bupati belum membalas pesan WhatsApp yang dikirimkan media ini pada Senin 10 Januari 2024 (AN/M. Reza)