Proyek Irigasi Paya Geurugoh Bireuen 6,2 Milyar Dikerjakan oleh H. Uun

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Pembangunan Saluran pembuang Daerah Irigasi Paya Geureugoh Kecamatan Gandapura yang bersumber dari APBK Bireuen Tahun 2020 senilai 6,2 Milyar menuai polemik dikerjakan oleh PT, Menara Suria Sakti.


Perusahaan tersebut beralamat di Jalan Medan-Banda Aceh Gampong Matang Geulumpang Dua Meunasah Dayah Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen.

Menurut informasi masyarakat di lokasi Irigasi, proyek tersebut dikerjakan oleh H. Ziaurrahman atau dikenal dengan H. Uun yang merupakan anak kandung dari Almarhum Mantan Bupati Bireuen H. Saifannur.

H. Uun saat ini juga sebagai salah satu Bakal Calon Wakil Bupati yang diusulkan oleh Partai Daerah Aceh yang merupakan Partai pengusung Saifannur-Muzakkar pada Pilkada 2017 lalu.

Sementara itu Ziaurrahman yang dikonfirmasi lintasnasional.com pada Minggu 17 Januari 2021 tidak bersedia menjawabnya, ditanyai terkait kondisi irigasi yang sangat merugikan masyarakat ia hanya menjawab dengan singkat dan ketus.

“Berita sudah dinaikkan buat apa dikonfirmasi lagi,” tulis H. Uun melalui pesan whasapp.

Sangat disayangkan, salah satu kontraktor ternama di Bireuen yang merupakan pemenang tender Miliaran Rupiah, tidak bersedia di konfirmasi terkait pekerjaan yang dilaksanakan.

Padahal dirinya mengelola dana publik, masyarakat juga berhak mendapat jawaban karena pekerjaannya dianggap banyak kejanggalan.

Pantauan lintasnasional.com pada Rabu 13 Januari 2021 di lapangan Saluran yang dikerjakan lebih kurang sepanjang 1,5 KM tersebut belum selesai dikerjakan sementara bagian yang sudah selesai sudah mulai retak dan bergelombang.

Proyek tersebut mulai dikerjakan pada 14 Agustus 2020 dengan masa pelkasanaan 140 hari kalender namun hingga Januari 2021 masih dikerjakan.

“Aleh kontraktor baro, aleh pemborong pekerjaan awak baro, sang matee lampu watee di peugeot, saluran retak dum,” kata salah satu warga di lokasi pembangunan irigasi

Sementara itu irigasi yang dibangun tidak adanya saluran pembuang sehingga mrngakibatkan para petani tidak bisa membuang air yang tergenang di sawah para petani di 7 Desa.

“Saluran dibangun cilet-cilet, tidak adanya pipa pembuang dari sawah ke saluran sepanjang irigasi, maka jadilah kolam baru di sawah masyarakat,” lanjutnya

Kepala Dinas PUPR Bireuen Fadhli Amir yang dikonformasi ke nomor 082367811xxx tidak menjawab telepon dan tidak membalas sms yang dikirimkan oleh pihak media. (DM/Red)