
ACEH TAMIANG | LINTAS NASIONAL – Sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap warga terdampak bencana banjir, dosen Universitas Samudra (Unsam) Langsa melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat di Desa Seuneubok Cantek, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang. Aksi kemanusiaan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 12-13 Februari 2026.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah pengadaan dan penyaluran air bersih sebanyak 14 ton. Langkah ini diambil mengingat akses air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi warga yang tengah berbenah setelah pemukiman mereka terendam banjir beberapa waktu lalu.
Dosen pelaksana kegiatan, Cut Hasmiyati, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran akademisi di tengah kesulitan masyarakat. Menurutnya, air bersih menjadi prioritas utama mengingat urgensinya untuk konsumsi harian dan persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
“Semoga pengabdian kepada masyarakat ini, walau tidak banyak, setidaknya mampu membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Kami menyadari kebutuhan air sangat mendesak, apalagi menjelang bulan Ramadan yang tinggal menghitung hari,” ujar Cut Hasmiyati di lokasi penyaluran.
Semangat Mahasiswa dan Apresiasi Desa
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan tenaga pendidik, tetapi juga menggandeng para mahasiswa Unsam untuk terjun langsung ke lapangan. Cut Hasmiyati memuji dedikasi para mahasiswanya yang tampak antusias sejak tiba di desa tersebut.
“Semangat dan komitmen para mahasiswa sangat terlihat jelas. Mereka turun langsung membantu proses distribusi agar air bersih ini segera sampai ke tangan warga,” tambahnya.
Kehadiran bantuan ini disambut hangat oleh perangkat desa dan masyarakat setempat. Kepala Desa Seuneubok Cantek, Husaini, S.Kom.I, menerima langsung bantuan tersebut secara simbolis. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif dari sivitas akademika Unsam Langsa.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dalam program pengabdian masyarakat ini. Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang berbenah pasca banjir,” ungkap Husaini.
Meski bantuan yang diberikan dirasa belum mampu menutupi seluruh kerugian warga akibat banjir, pihak Unsam berharap aksi ini dapat memicu semangat gotong royong dan ketabahan bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit kembali. (Red)








