Viral! Pengelola Restoran Batee Iliek Diduga Usir dan Pukul Pedagang Kecil

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Beredar video singkat Emak-emak yang ingin berjualan di pinggiran sungai Batee Iliek diduga diusir dan dipukul oleh oknum Pengelola Restoran “Batee Iliek”.

Informasi yang dihimpun media ini pada Selasa 17 Februari 2026 pelakunya diduga berinisial Us Adik kandung salah satu Calon Bupati Bireuen di Pilkada 2024 lalu, menurut keterangan dari salah satu warga setempat, Emak-emak yang ingin berjualan di tanah milik Pemerintah yaitu di bantaran sungai Batee Iliek dilarang oleh pemilik restoran setempat.

“Yang di video itu merupakan pedagang di bantaran sungai Batee Iliek yang telah berjualan selama belasan Tahun, namun kios atau tempat berjualan hancur disapu banjir bandang beberapa waktu lalu, mereka saat ini ingin membangun kembali lapak tersebut namun dilarang oleh pengelola Restoran”Batee Ilik,” ungkap warga yang minta namanya tidak dipublish

Katanya, keributan seperti yang beredar di Video tersebut terjadi pada Senin 17 Februari 2026 disaat tiga ibu-ibu ingin membangun kembali kios tempat berjualan, yang kemudian terjadi pertengkaran.

“Belum diketahui pasti alasan pria tersebut melarang orang berjualan di tanah milik Pemerintah tersebut, namun ada dugaan lapak milik ibu-ibu berada di belakang restoran yang dikelola oleh Us” tuturnya

Katanya ibu-ibu tersebut telah melaporkan secara resmi kejadian tersebut ke Polsek Samalanga karena diduga terjadi pemukulan saat insiden keributan tersebut terjadi.

“Ini merupakan gaya-gaya preman yang dilakukan oleh oknum Us, Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum harus segera bertindak karena terjadi penzaliman terhadap rakyat kecil,” tegasnya

Hal senada juga disampaikan Camat Samalanga Muhammad Rizal SE, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke pihak Kecamatan, menurut Camat, yang melarang pedagang berjualan yakni Us yang merupakan pengelola Restoran “Batee Iliek,”.

“Pedagang di bantaran sungai telah melaporkan ke pihak Kecamatan insiden pelarangan berjualan di Tanah milik Pemda yaitu di bantaran sungai Batee Iliek, padahal sebelum banjir ada puluhan emak-emak yang membuka kios di tempat wisata tersebut,” ungkap Camat Samalanga

Pasca banjir para pedagang di tempat wisata Batee Iliek mulai membangun kembali kios-kios yang terletak di pinggiran sungai untuk berjualan, namun sangat disayangkan terjadi pelarangan oleh oknum pengelola restoran.

“Yang dilarang yaitu lokasi belakang restoran, padahal tidak terganggu aktivitas restoran karena letaknya di belakang, kalau dari pihak Kecamatan tidak ada masalah karena tanah tersebut dibawah PU Pengairan Aceh, mereka juga telah berjualan selama belasan Tahun,” ujar Camat Rizal

Hingga berita ini diturunkan, media ini belum mendapat konfirmasi dari pelaku dan para pedagang di bantaran sungai Batee Iliek (Red)