150 Prajurit TNI Pemburu Mujahidin Poso Pernah Bertugas di Aceh, Papua dan Tim-Tim

LINTAS NASIONAL – SULTENG, 150 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) yang diterjunkan untuk memburu sisa-sisa kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) mempunyai kemampuan intel dan tempur.

Hal itu diungkapkan Komandan Korem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf.

“Mereka pernah bertugas di Papua, Aceh, dan juga Timor-Timur (sekarang Timur Leste),” kata Danrem Farid pada Sabtu 15 Agustus 2020.

Kata Farid, berdasar informasi yang diterima, masih ada simpatisan MIT yang bergerilya di pegunungan Poso.

Farid pun mengimbau agar kelompok MIT untuk segera menyerahkan diri.

“Pak Kapolda (Syafril Nursal) sudah memberikan jaminan, mereka akan diberlakukan sangat manusiawi. Tidak akan ada seperti bayangan bahwa mereka akan disiksa atau dibunuh,” tegasnya beberapa waktu lalu

Ia pun meminta kepada masyarakat untuk tidak terhasut oleh kelompok tersebut.

“Jangan lagi jadi simpatisan dan kurir MIT,” ujarnya.

Sementara itu Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal mengatakan, dengan pelibatan TNI dalam operasi ini diharapkan kasus terorisme yang sudah terjadi selama 20 tahun ini bisa segera berakhir.

“Itu yang jadi pemikiran kita melibatkan TNI. Kepada kelompok teroris pilihannya mati atau menyerahkan diri,” katanya di Mapolda Sulteng, Selasa 11 Agustus 2020.

Seperti diketahui kelompok sipil bersenjata yang saat ini berada di atas pegunungan Poso belum seluruhnya tertangkap.

Ada sekitar 12 orang lebih yang saat ini berada di atas pegunungan Poso.

Ia yakin, jumlah personel TNI yang berada di bawah kendali operasi (BKO) untuk memperkuat Satgas Tinombala dinilai cukup untuk memburu sisa-sisa kelompok MIT.

“Saya optimis,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sebanyak 150 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) akhirnya tiba di bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu.

Dengan menggunakan penerbangan komersil milik Lion Air, mereka tiba di Palu, Sabtu 15 Agustus 2020 sekitar pukul 13.51 Wita.

Pasukan TNI Angkatan Darat yang akan bergabung dengan Satgas Tinombala merupakan bagian dari Brigade Infanteri Lintas Udara 18 Trisula Kostrad.

Komandan Korem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf mengatakan, pasukan terbaik milik TNI AD ini mempunyai kemampuan intel dan tempur. (Red/Kompas)