LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Apel Kebangsaan Indonesia Damai Tahun 2026, pada Jum’at, 4 September 2026, di aula Sekdakab Lama, Bireuen.
Apel kebangsaan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat persatuan dan merawat kebhinekaan di tengah-tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 330 peserta dari berbagai elemen daerah, mulai dari Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, unsur Forkopimda, jajaran TNI dan Polri, pimpinan partai politik, kepala dinas/bagian/lembaga keistimewaan Aceh, Ketua KIP, camat, hingga perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
Pada apel tersebut, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bireuen, Abdul Halim, S.Sosio dipercayakan memandu pembacaan Deklarasi Damai yang diikuti seluruh peserta apel.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bireue, Dr. Mukhtaruddin, S.H., M.H, dalam laporannya mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut berlandaskan pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan.
“Melalui landasan hukum dan ideologi tersebut, apel ini dirancang sebagai ruang konsolidasi sosial untuk merapatkan barisan antara pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh komponen masyarakat Bireuen dalam satu wadah kebersamaan untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara,” sebut Mukhtaruddin.
Mukhtaruddin menambahkan, apel tersebut diikuti 330 peserta yang terdiri dari berbagai elemen, mulai dari Danrem 011/Lilawangsa hingga Keuchik dan Sekdes.
Sementara itu, Bupati Bireuen, Ir. H.Mukhlis, ST, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), Ismunandar, S.T., M.T, membacakan pidato sambutan Bupati Mukhlis.
“Apel Kebangsaan Indonesia Damai bukan sekadar seremonial semata, melainkan panggilan moral untuk menjaga kedamaian di Kabupaten Bireuen,” ucap Ismunandar.
Kata Ismunandar, apel tersebut menjadi pengingat penting bagi semua akan cinta tanah air.
“Kita berdiri di sini untuk merawat persatuan bangsa Indonesia,” ujar Ismunandar.
Ismunandar mengatakan, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia, mulai dari suku, agama, ras, hingga pandangan, harus menjadi penguat benteng keharmonisan, bukan pemicu keretakan sosial.
”Indonesia lahir dari perbedaan, perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah belah,melainkan kekuatan kita sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan,” sebut Ismunandar.
Pada kesempatan itu, Ismunandar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memegang teguh tiga langkah nyata, mulai dari menjaga persatuan, dengan cara menghindari perpecahan, penghentikan penyebaran berita bohong (hoax), dan mengikis rasa benci antar sesama dan mengamalkan Pancasila.
“Mari kit jadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai panduan utama dalam bersikap sehari-hari dan membangun negeri, dengan memberikan kontribusi serta karya terbaik di bidang masing-masing demi kemajuan daerah,” seru Ismunandar.
Ismunandar mengajak semua pihak agar menjadikan Apel Kebangsaan Indonesia Damai 2026 ini sebagai pengingat bahwa masa depan Bireuen dan Indonesia yang damai berada di tangan masyarakat sendiri. [] (Rahmad Maulida)
















